Oknum Polisi di OKU Timur Tembak Anggota TNI

Ilustrasi (Foto-Net/Antaranews)

Palembang, KoranSN

Brigadir ‘FO’ yang merupakan oknum anggota polisi di OKU Timur menembakan senjata api dinasnya kepada seorang anggota TNI yakni, Serda ‘YI’. Akibatnya, tangan Serda ‘YI’ menderita luka tembak.

Kejadian penembakan tersebut terjadi di pasar yang berada di kawasan Bandar Jaya Kabupaten OKU Timur, Senin (10/6/2019). Adapun penyebabnya, dikarenakan terjadi selisih paham antara Brigadir ‘FO’ dan Serda ‘YI’, yang ketika kejadian keduanya mengenakan seragam preman.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Selasa (11/6/2019) mengatakan, kronologis penembakan tersebut bermula saat Brigadir ‘FO’ dan Serda ‘YI’ bertemu di pasar, lalu keduanya saling menatap hingga terjadilah selisih paham.

“Saat itu keduanya tidak mengenakan baju dinas, keduanya sama-sama memakai seragam preman. Ketika bertemu di pasar tersebut, keduanya saling melotot atau tatap mata sehingga terjadilah ketersinggungan dan selisih paham. Nah, saat itulah oknum polisi menarik senjata api dan menembakannya hingga mengenai tangan korban yang merupakan anggota TNI,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kejagung Periksa Andi Irfan Jaya di Rutan KPK

Masih dikatakannya, usai kejadian anggota TNI yang tangannya terluka tembak dilarikan ke rumah sakit, kemudian oknum polisi yang menembak langsung diamankan.

“Pak Dandim dan Kapolres ikut turun mengamankan, yang kemudian oknum polisi dan anggota TNI yang tangannya terluka tembak dipertemukan secara kekeluargaan hingga keduanya berdamai,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun kedua belah pihak sudah sepedakat berdamai namun untuk oknum polisi yakni Brigadir ‘FO’ dibawa Propam ke Mapolda Sumsel guna dilakukan pemeriksaan.

“Sedangkan anggota TNI yang menjadi korban diserahkan kesatuannya,” katanya.

Lanjut Kabid Humas, terkait kejadian tersebut tentunya Brigadir ‘FO’ nantinya akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat keselahaannya.

Baca Juga :   Ini Wajah Pelaku Nang, Otak Pembunuhan Sadis Calon Pendeta Cantik di OKI

“Tapi untuk pemberian sanksi tersebut kami masih menunggu hasil pemeriksaan yang kini masih dilakukan oleh Bid Propam Polda Sumsel,” tandas Kabid Humas.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Swj, Kolonel Inf Djohan Darmawan membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, kejadian itu terjadi karena keduanya selisih paham saja.

“Kalau kondisi anggota TNI sehat-sehat saja, dan korban dinasnya di Pomdam Jaya. Terkait kejadian selisih paham tersebut, kini permasalahannya sudah diselesaikan dengan damai, dan kedua anggota akan diperiksa oleh satuannya masing-masing,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Saksi Untuk Tersangka Walikota Dumai

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengurusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.