Home / Foto / Ormas Islam di Palembang Tolak Dugaan Tindakan Represif Anggota Polisi di Aksi 22 Mei

Ormas Islam di Palembang Tolak Dugaan Tindakan Represif Anggota Polisi di Aksi 22 Mei

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia

Syukuran Hari Jadi Kota Palembang ke 1336 Tahun

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Ratusan warga muslim palembang datangi mapolda Sumsel dalam ‘aksi solidaritas tragedi 21-22 mei 2019’ Selain berorasi, massa juga menggelar doa bersama.(Foto-Ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Ormas Islam di Palembang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat Pelanggaran Hak Manusia (Geram), Selasa sore (28/5/2019) sekitar pukul 16.30 WIB melakukan unjuk rasa di depan Polda Sumsel.

Dalam tuntutannya, massa aksi yang berjumlah ratusan ini menolak dugaan tindakan represif anggota kepolisian kepada massa aksi di Bawalu RI Jakarta pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 lalu.

Koordinator Aksi, H Doni Meylano mengatakan, ratusan massa aksi yang menggelar aksi damai di Polda Sumsel merupakan Ormas Islam di Kota Palembang yang diantaranya terdiri dari FUI Sumsel, FPI dan gabungan majilis taklim.

“Kami turun melakukan aksi damai ke Polda Sumsel ini merupakan bentuk solidaritas terkait aksi dugaan tindakan represif anggota kepolisian kepada massa aksi yang terjadi di Bawalu RI Jakarta pada tanggal 21 dan 22 Mei,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dengan digelarnya aksi damai tersebut pihaknya berharap kedepannya dugaan tindakan represif anggota kepolisian tidak kembali terjadi.

“Jadi, kami juga menuntut agar kejadian tersebut tidak terulang lagi dan jangan sampai kejadian serupa terjadi di Provinsi Sumsel. Selain itu, kami juga meminta kepada Kapolda Sumsel untuk segera menarik personil Brimob Polda Sumsel yang dikirimkan ke Jakarta,” katanya.

Baca Juga :   3 Kg Sabu Tangkapan BNNP Sumsel Dimusnahkan

Sedangkan Ustad Solihin Hasibuan dalam orasinya menyampaikan, dengan aksi damai yang dilakukan di Polda Sumsel maka ulama di Palembang meminta dan menuntut agar kejadian dugaan tindakan represif yang terjadi saat aksi damai di Bawalu RI Jakarta kedepenya tidak terjadi di Sumsel.

“Mudah-mudahan polisi di Sumsel benar-benar mengayomi dan melindungi masyarakat, sehingga kejadian tersebut tidak pernah terjadi di Sumsel. Apalagi Palembang dan Sumsel ini merupakan zero konflik, dari itulah sekali lagi kami harapkan kejadian yang terjadi di Bawaslu RI jangan sampai terjadi di tempat kita ini,” ungkapnya.

Kemudian Ustad Umar Said dalam orasinya menyampaikan tuntutan massa aksi. Dimana dalam tuntutannya tersebut ia menyampaikan jika sebelum terjadi bentrok di Bawaslu RI, pada tanggal 21 Mei 2019 pukul 21.20 WIB saat massa aksi hendak membubarkan diri, tiba-tiba ada provokasi. Sehingga koordinator aksi meminta supaya provokasi tersebut keluar dari rombongan massa aksi damai.

“Setelah itu massa aksi damai bubar, lalu sekitar pukul 22.30 terdengar kabar bentrok di Bawaslu RI hingga bentrok merambat ke Jalan Tambrin sampai Pasar Tanah Abang dan Petamburan. Kemudian keesokan harinya, pada tanggal 22 Mei bentrok kembali terjadi. Akibat bentok inilah adanya dugaan tindakan represif anggota kepolisian,” ujarnya.

Diungkapkannya, untuk itulah kedatangan massa aksi yang melakukan unjuk rasa di Polda Sumsel menuntut dan menolak dugaan tindakan represif anggota kepolisian tersebut.

Baca Juga :   HUT ke-20, Telkomsel Kumpulkan 200 Kantong Darah

“Kami juga menuntut agar kejadian serupa kedepannya tidak terjadi di Sumsel. Selain itu, kami pun meminta Kapolda Sumsel agar menarik anggota Brimob Polda Sumsel yang sampai kini masih berada di Jakarta,” tegasnya.

Usai melakukan orasi di depan gerbang Polda Sumsel, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi memimpin doa dan pembacaan Surat Yasin.

Tak lama kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara keluar dari Polda Sumsel menerima massa aksi. Dikatakan Kapolda, jika dirinya merima tuntutan massa aksi dan akan diteruskannya ke Jakarta.

“Tuntutan massa aksi saya terima dan akan saya teruskan ke Jakarta. Sedangkan untuk tuntutan massa yang meminta ditariknya anggota Brimob Polda Sumsel yang sampai kini masih melakukan pengamanan di Jakarta, tentunya dalam waktu dekat anggota Brimob akan kita tarik. Hal ini dikarenakan saat ini situasi sudah kondusif,” ujar Kapolda.

Lanjut Kapolda, jika dirinya mengapresiasi tuntutan massa aksi yang menggelar unjuk rasa di depan Polda Sumsel.

“Di sini ada ulama dan ustad yang saya sangat hormati. Dan saya apresiasi aksi damai ini berjalan dengan aman dan tertib. Selain itu, saya juga sampaikan ajakan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumsel,” tandas Kapolda.

Pantauan di lapangan, usai diterima oleh Kapolda Sumsel massa aksi masih berkumpul di depan Polda Sumsel menunggu waktu untuk berbuka puasa. Setelah azan Magrib berkumandang, barulah massa aksi berbuka bersama dengan takjil, setelah itu massa aksi dengan tertib membubarkan diri. (ded)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dugaan Rencana Pembunuhan 4 Tokoh, Kivlan Zen: Saya Difitnah

Jakarta, KoranSN Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen telah menjalani agenda konfrontasi ihwal kasus dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.