Otaki Pengrusakan Gereja di Ogan Ilir, Oknum Kades & Kepsek Terancam 12 Tahun Penjara

Tampak oknum Kades saat diamankan di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Oknum Kepala Desa (Kades) berisial ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial ‘AF’ yang kini telah ditatapkan Polda Sumsel sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir (OI), keduanya terancam 12 tahun kurungan penjara.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (20/3/2018) mengungkapkan, tersangka ‘AS’ dan ‘AF’ dijerat dengan pasal berlapis dan komulatif, diantaranya Pasal 170 KUHP.

“Ancaman pidananya yakni 12 tahun kurungan penjara,” tegas Kapolda.

Dijelaskan Kapolda, dalam dugaan kasus ini, tersangka ‘AS’ dan ‘AF’ menyuruh tersangka lainnya dengan cara memberikan sejumlah uang agar melakukan pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir.

“Jadi, dalam konstruksi hukumnya, orang yang menyuruh orang lain untuk melakukan perbuatan pidana, maka pasal yang diterapkan sama saja dengan pelakunya. Dari itulah, oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’ kami terapkan pasal yang sama dengan tersangka lainnya dengan ancaman 12 tahun penjara,” tegas Kapolda.

Sebelumnya Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah mengungkapkan, jika oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) ‘AF’, Selasa (20/3/2018) telah resmi ditetapkan sebagai
tersangka pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir.

Penetapan tersangka kepada ‘AS’ dan ‘AF’ setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada kedua tersangka usai dilakukan penangkapan, Senin kemarin (19/3/2018).

“Kini ‘AS’ dan ‘AF’ sudah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir,” kata Kapolda.

Baca Juga :   Kejari Segera Tuntaskan Penelitian Berkas Dugaan Korupsi RSUD Padang

Masih diungkapkan Kapolda, setelah ditetapkan menjadi tersangka, ‘AS’ dan ‘AF’ hingga kini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel.

“Keduanya (‘AS’ dan ‘AF’) masih diperiksa atau di BAP oleh penyidik. Bahkan dalam pemeriksaan yang telah dilakukan kedua tersangka
mengakui perbuatannya dan mereka menyesali perbuatan yang telah dilakukan oleh mereka,” ungkap Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah mengatakan, oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’ tersebut bertugas di kawasan Kecamatan Rantau Alai Ogan Ilir. Keduanya ditangkap hasil dari penyelidikan anggota kepolisian terkait kasus pengrusakan Kapel Santo Zakaria.

“Awalnya kami menangkap oknum Kades ‘AS’, kemudian, Senin (19/3/2018) pukul 08.00 WIB, anggota kembali menangkap oknum Kepala Sekolah ‘AF’. Keduanya ditangkap di Rantau Alai karena menjadi otak pengrusakan Kapel Santo Zakaria,” tegas Kapolda.

Dijelaskannya, ditangkapnya ‘AS’ dan ‘AF’ bermula dari penangkapan tersangka pengrusakan Kapel Santo Zakaria yakni; ‘Y’ dan ‘F’, belum lama ini. Kemudian dilakukan pengembangan hingga pada hari Minggu kemarin (18/3/2018) ditangkap dua tersangka lainnya yakni, ‘WA’ dan ‘WT’ di Bangka.

“Dari pemeriksaan terhadap empat tersangka yakni, ‘Y’, ‘F’, ‘WA’ dan ‘WT’ (sudah ditangkap lebih dulu) maka penyidik kembali melakukan pengembangan hingga, Senin dini hari (19/3/2018) ditangkap ‘AN’ selaku koordinator para tersangka yang melakukan pengrusakan di Kapel Santo Zakaria. Nah, dari keterangan ‘AN’ inilah akhirnya kami menangkap oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’, yang keduanya merupakan otak pengrusakan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :   Polisi Kejar Pelaku Penembakan di Kampung Baru

Menurut Kapolda, berdasarkan keterangan ‘AN’ diketahui jika pengerusakan Kapel Santo Zakaria dilakukan ‘AN’ dan rekan-rekan setelah mendapat upah dari oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’.

Pengrusakan tersebut, ditegaskan Kapolda, karena ‘AS’ yang merupakan oknum Kades dari desa tetangga merasa iri dan tidak senang kepada Kades Mekar Sari. Untuk itulah, ‘AS’ bersama oknum kepala sekolah ‘AF’ memerintahkan ‘AN’ dan rekan-rekan merusak Kapel Santo Zakaria tersebut.

“Jadi motifnya, karena iri dan tidak senang kepada Kades Mekar Sari, tidak ada latarbelakang masalah kerukunan umat beragama,” tegas Kapolda.

Untuk diketahui, Kapel Santo Zakaria yang merupakan rumah ibadah umat Kristiani di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir, Kamis dini hari (8/3/2018) dirusak orang tak dikenal. Usai kejadian pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap sejumlah tersangka terkait kasus pengrusakan tersebut. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Kembali Panggil Istri Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (19/1/2012) kembali memanggil Tin Zuraida, istri mantan Sekretaris …