Pabrik Miras Oplosan di lndralaya Digerebek Bea Cukai, Pemilik dan Peracik Jadi Tersangka

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Dwijo Muryono (foto tengah) menujukkan barang bukti HP, laptob, Tab dan Miras yang disita. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Pabrik minuman keras (Miras) beralkohol oplosan yang berada di kawasan Perumahan Alam lndah Lestari lndralaya Kabupaten Ogan Iliir (OI), digerebek Penyidik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang.

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Dwijo Muryono, Rabu (27/11/2019) mengatakan, dari penggerebekan tersebut diamankan lima orang yang saat penyergapan dilakukan kelimanya sedang berada di lokasi pabrik. Adapun kelima orang yang diamankan ini yakni; ‘AM’ ‘JL’, ‘LC’, ‘S’, dan ‘NS’.

“Dari lima orang yang diamankan ini, hanya dua yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun kedua tersangka tersebut, yakni ‘AM’ (22), warga Palembang yang merupakan pemilik pabrik Miras oplosan dan ‘JI’ (26), warga Palembang yang perannya sebagai peracik Miras oplosan. Sedangkan untuk tiga orang lainnya yaitu ‘LC’, ‘S’, dan ‘NS’ hanya sebagai saksi, karena ketiganya hanya pekerja saja,” katanya saat gelar ungkap kasus di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang.

Baca Juga :   Awas! Copet di Pasar 16 Ilir Incar Warga Berbelanja Lebaran

Menurutnya, penggerebekan pabrik Miras tersebut dilakukan pihaknya Sabtu 6 November 2019. Dimana dari penyergapan ini petugas juga menyita 1.100 botol Miras oplosan siap edar, satu mesin pengemas untuk memasang tutup botol, lima drum yang masing masing berisi 200 liter alkohol serta sejumlah barang Iainnya yang digunakan untuk memproduksi Miras oplosan.

“Pengungkapan kasus ini berkat informasi masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan hingga penyidik awalnya mengetahui adanya pengiriman tutup botol Miras dari Jakarta menuju Palembang menggunakan transportasi bus. Kemudian Tim dari Bea Cukai Palembang langsung bergerak melakukan pemantauan hingga akhirnya dilakukan pengerebekan di lokasi pabrik Miras tersebut, dimana saat penyergapan dilakukan pabrik Miras ini sedang melakukan aktivitas memproduksi Miras oplosan,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dari hasil pemeriksaan kepada tersangka ‘AM’ dan ‘JI’ dikatahui jika pabrik Miras oplosan tersebut sudah sekitar 5 bulan belakangan beroperasi.

Baca Juga :   Bandar Narkoba Gagal Suap Penyidik Polda Sumsel dengan Uang Rp 1,7 Miliar

“Sedangkan untuk Miras oplosan dipasarkan tersangka di sejumlah daerah di wilayah Sumsel,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakannya, kini tersangka ‘AM’ dan ‘JI’ beserta barang bukti telah diamankan pihaknya guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Dalam kasus ini kedua tersangka dijerat Pasal 50 dan Pasal 54 Undang Undang Cukai No. 39 tahun 2007 dengan ancaman pidananya penjara maksimal 5 tahun,” tegasnya.

Lanjutnya, dengan terungkapnya kasus ini maka pihaknya berhasil menyelamatkan kurugian negara senilai Rp 200 juta rupiah, yang dapat terjadi apabila Miras tersebut dijualkan ke masyarakat.

“Jadi dalam kasus Miras oplosan ini selain dapat menimbulkan korban jiwa jika konsumsi masyarakat, juga dapat membuat kerugian negara, dikarenakan Miras tersebut dijualkan tanpa memiliki cukai,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Penodong Bergolok di 12 Ulu Ditangkap

Palembang, KoranSN Yogy Firnando (23), tersangka penodongan yang dalam melancarkan aksinya selalu menggunakan senjata tajam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.