Kamis , Februari 21 2019
Home / Lacak / Pabrik Tahu yang Dibongkar Polisi di Banyuasin Ternyata Pakai Pengawet Mayat

Pabrik Tahu yang Dibongkar Polisi di Banyuasin Ternyata Pakai Pengawet Mayat

Ilustrasi. (foto-net)

Banyuasin, KoranSN

Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi SM Pinem SIK, Kamis (19/4/2018) mengungkapkan, kasus pabrik tahu yang dibongkar pihaknya di Lubuk Keranji RT 27 RW 07 Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin ternyata memproduksi tahu memakai bahan pengawet mayat atau formalin.

Menurut Kapolres, dari penyergapan tersebut pihaknya telah menangkap pemilik pabrik berinisial ‘MA’ (46) yang saat ini suah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari lokasi kami mengamankan barang bukti sekitar ribuan tahu formalin atau bahan pengawet mayat. Kini pemiliknya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Masih kata Kapolres, selain tersangka ‘MA’, polisi juga mengamankan seorang pedagang tahu.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel: 'JA' Sudah Ditetapkan Tersangka

“Tapi untuk ‘BS’ masih berstatus saksi hanya ‘MA’ yang ditetapkan tersangka,” terangnya.

Lanjut Kapolres, saat ini tersangka ‘MA’ dan barang bukti telah diamankan di Polres Banyuasin guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, Tim Satgas Pangan yang terdari Polres Banyuasin dan Dinkes Banyuasin, Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 10.00 WIB menggerebek pabrik tahu berformalin di Jalan Seterio-Sedang RT 27 RW 07 Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III.

“Setelah diuji sampel oleh Dinkes menggunakan alat taskit formin dengan metode coloring dan sliding comperator, dimana terjadi perubahan warna pada tahu menjadi unggu yang menandakan tahu mengandung formalin,” ujar Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi SM Pinem SIK.

Baca Juga :   Jambret di Kambang Iwak Jadi Amukan Warga

Diugkapkan Kapolres, untuk tersangka dalam kasus ini dijerat Pasal 75 ayat 1 jo Pasal 136 huruf b UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. Ancaman pidana 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Saya menghimbau masyarakat untuk hati-hati dalam mengkonsumsi tahu dan tempe. Kalau mencurigai segera lapor ke Polres Banyuasin atau polsek terdekat, ini bahaya sekali bisa menyebabkan penyakit kanker,” himbaunya. (sir)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Yansa Aniaya dan Ancam Bunuh Ibu Kandung

Palembang, KoranSN Tidak diberi uang untuk membeli Narkoba jenis sabu membuat Yansa (28), warga Jalan ...