Home / Wisata / Padang Percantik Kawasan Terpadu Gunuang Padang

Padang Percantik Kawasan Terpadu Gunuang Padang

Kawasan wisata Gunung Padang. (foto-antaranews)

Padang, KoranSN

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus melalukan pembangunan untuk mempercantik Kawasan Wisata Terpadu Gunuang Padang agar menarik perhatian pengunjung.

“Pembangunan sarana dan prasarana akan tetap dilakukan, tahun ini akan dibangun pedestrian dan spot-spot yang menarik menikmati suasana di sana,” kata Kepala Dinas Pariwisata Padang Arfian, di Padang, Minggu (21/7/2019).

Pedestrian akan dibangun di KWT Gunuang Padang hingga ke Jembatan Seberang Padang.

Ia mengatakan pembangunan tersebut memiliki anggaran sebesar Rp30 miliar, dan saat ini dalam tahap tender.

Selain pedestrian, di kawasan setempat juga akan dibuat ruang bermain anak, taman, ruang untuk berolahraga, dan ruang terbuka hijau.

Baca Juga :   Tiga Investor Berminat Kelola Destinasi Wisata Gili Tangkong

“Intinya pembangunan yang dilakukan ini dalam upaya untuk memperindah KWT Gunuang Padang agar mendongkrak pengunjung,” katanya.

Pihak pemerintah saat ini juga sudah menjalin komunikasi dengan calon investor lokal untuk pembuatan cable car.

“Cable car rencananya akan dibuat dari Pantai Padang menuju ke Gunuang Padang,” katanya.

KWT Gunuang Padang adalah salah satu andalan pariwisata Padang selain pantai Padang.

Kawasan tersebut melingkupi kawasan kota tua, Jembatan Siti Nurbaya, Gunuang Padang yang dipercaya terdapat makam Siti Nurbaya yang merupakan sosok dari novel terkenal karangan Marah Rusli.

Baca Juga :   Masyarakat Raja Ampat Lindungi Puluhan Sarang Penyu

Sedangkan di taman wisata Batang Arau, tepatnya di RT 04, terdapat bangunan fisik kapal yang tertonggok di atas daratan disertai lukisan tiga dimensi.

Hal itu membuat kapal memang seolah-olah tengah berlayar di tengah laut.

Saat ini kunjungan ke Gunuang Padang kian hari kian meningkat untuk berwisata atau berolahraga.

“Sebelumnya ramai berolahraga itu Sabtu dan Minggu, kini hampir setiap hari. Warga biasanya mulai datang setelah pukul 16.00 WIB,” kata salah seorang pedagang di Gunung Padang, Ayang (42). (antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dispar Sleman: Wisata Lereng Gunung Merapi Masih Aman Dikunjungi

Sleman, KoranSN Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan bahwa sejumlah objek wisata di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.