Pakar Hukum dan Akademisi Apresiasi Sidang Online di PN Lahat

Suasana persidangan jarak jauh (online) di PN Lahat saat menyidangkan perkara-perkara pidana yang berasal dari Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang.(foto-robby/koransn)

Lahat, KoranSN

Suasana persidangan jarak jauh (online), Selasa (31/3/2020) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lahat. Dalam persidangan tersebut disidangkan sejumlah perkara pidana yang terjadi di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang.

Sidang jarak jauh ini dilakukan sementara waktu guna mengantisipasi wabah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Persidangan ini dilaksanakan di ruang sidang utama PN Lahat, dengan menyidangkan 22 berkas perkara yang berasal dari Kejaksaan Negeri Lahat, dengan rincian; 14 berkas pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi-saksi, tuntutan 5 perkara, pembelaan terdakwa satu perkara dan sidang putusan dua perkara.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Lahat, Dicky Syarifudin SH MH menjelaskan, pelaksanaan sidang jarak jauh ini digelar sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 (SEMA), tentang jam kerja dan pelayanan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

“Sebenarnya sidang jarak jauh atau telekonfrensi dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting ini, sudah kita laksanakan sejak Kamis 26 Maret 2020, minggu lalu. Dimana pada perkara-perkara yang berasal dari wilayah hukum Kabupaten Empat Lawang kita sidangkan secara bergantian dengan posisi para terdakwa yang berjumlah 15 orang dan tetap berada di Lembaga Pemasyarakatan Empat Lawang. Sementara Penuntut Umum, Majelis Hakim dan Panitera Pengganti berada di ruang sidang yang terbuka untuk umum di gedung Pengadilan Negeri Lahat,” Urai Dicky.

Dicky menambahkan, proses persidangan jarak jauh ini bisa terlaksana berkat koordinasi dan kerjasama yang baik antara pimpinan lembaga, yakni; Ketua PN Lahat, Kepala Kejaksaan Negeri Lahat, Kepala Kejaksaan Negeri Empat Lawang, Kalapas Lahat dan Kalapas Empat Lawang.

Baca Juga :   DS Hendak Ziarah, Dihajar Mantan Suami

“Juga tentu berkat komunikasi teman-teman jaksa, Kasi Pidum dan Hakim-hakim serta para petugas Lapas yang berada di lapangan yang berhadapan langsung dengan keterbatasan kendala sarana dan prasarana yang ada, dan tetap bisa melaksanakan proses persidangan dengan baik” papar Hakim muda yang enerjik ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Empat Lawang, Andrianto Budiman SH menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak untuk pelaksanaan sidang jarak jauh untuk perkara-perkara dari Kabupaten Empat Lawang.

“Sidang jarak jauh ini juga dalam rangka pelaksanaan perintah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dengan suratnya Nomor B-1271/E.Ejp/03/2020 tentang Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum dalam masa tanggap darurat Covid-19,” ujar Kasi Pidum.

Dihubungi terpisah, pakar hukum sekaligus akademisi UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Dr. Muhamad Sadi Is. SHI, MH menyampaikan jika dirinya mengapresiasi atas pelaksanaan sidang jarak jauh atau online di PN Lahat.

“Hal tersebut telah sesuai dengan asas peradilan cepat, sederhana dan berbiaya ringan. Sebelumnya KUHAP juga membuka ruang untuk itu, yakni dengan adanya peradilan in absentia. Dan sekarang Mahkamah Agung juga sebenarnya kan telah menerbitkan aturan e Court dengan Perma Nomor 3 Tahun 2018,” ujar akademisi yang dikenal rajin menulis ini.

Baca Juga :   Buronan Pencuri Travo Listrik Diterjang Timah Panas

Sadi menambahkan, ia sangat mendukung langkah Mahkamah Agung dan Pengadilan Negeri Lahat untuk melaksanakan sidang online, karena di era 4.0. ini merupakan momentum dan langkah awal yang tepat. Karena selain praktis, sidang online ini melindungi para hakim dan jaksa apabila ada pihak-pihak yang marah dan tidak menerima dengan putusan pengadilan.

Pendapat senada disampaikan Ari Bakti Windi Aji yang juga akademisi UIN Raden Fatah. Dikatakannya jika dirinya juga mendukung penuh pelaksanaan sidang online.

Menurutnya hal ini merupakan terobosan baru yang baik, responsif dan juga inovatif. Program tersebut memang sudah sesuai regulasi dengan dasar Perma No:1 tahun 2020.

“Sidang online tersebut sangat menguntungkan masyarakat pencari keadilan, karena bila pelayanan publik atau lembaga peradilan ditutup, masyarakat akan kebingungan kemana akan mencari keadilan. Bukankah keadilan harus tetap ditegakkan, meskipun langit akan runtuh. Maka untuk melindungi kepentingan semua pihak dalam mencari keadilan, saat ini sidang online adalah hal yang tepat,” pungkas Aji. (rob)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Jaksa KPK Tidak Hadirkan Hasto Kristiyanto di Sidang Wahyu Setiawan

Jakarta, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memutuskan untuk tidak menghadirkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.