Palembang Tertinggi, 50 Warga Dinyatakan Positif Corona

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri yang juga Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) Sumsel saat memberikan keterangan pers. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, Minggu (19/4/2020) mengatakan, kasus positif Covid-19 di Sumsel kini bertambah lima orang hingga totalnya menjadi 89 orang. Dari jumlah tersebut pasien terbanyak berada di Kota Palembang dengan jumlah 50 warga telah terpapar virus corona.

Masih dikatakannya, selain itu di Palembang saat ini juga ada seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel meninggal dunia, dan telah dimakamkan sesuai SOP Covid-19 di kawasan Gandus.

“Jadi, di Sumsel Kota Palembang menjadi daerah yang tertinggi jumlah pasien positif Covid-19. Dimana ada 50 warga Palembang dinyatakan terpapar virus corona ini,” ungkapnya.

Sementara itu, dr Nur Purwoko Widodo yang juga Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel mengungkapkan, pertanggal 19 April 2020 terdapat penambahan lima kasus positif Covid-19. Dengan demikian total kasus di Sumsel menjadi 89, sebab sebelumnya sudah ada 84 pasien yang postif.

Baca Juga :   Provokator Masuk Barisan Mahasiswa Dalam Demo Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Sumsel

Adapun lima pasien positif Covid-19 yang terbaru, terdiri dari; kasus 85 perempuan (32) warga Palembang terpapar kasus lokal, kasus 86 laki-laki (34) warga Palembang terpapar kasus lokal, kasus 87 perempuan (76) warga Prabumulih terpapar kasus lokal, kasus 88 laki-laki (43) warga Palembang terpapar kasus lokal, dan kasus 89 laki-laki (37) Palembang terpapar kasus lokal.

“Selama tiga hari ini di Palembang memang terjadi peningkatkan jumlah kasus. Untuk itu kami menghimbau masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah dengan berdiam diri di rumah, jaga jarak dan selalu gunakan masker serta jaga pola hidup sehat,” terangnya.

Masih dikatakannya, dikarenakan jumlah kasus di Palembang terus terjadi maka pihaknya kini melakukan kajian untuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dimana kajian tersebut nanti disampaikan kepada kepala daerah.

“Kasus positif Covid-19 di Sumsel ini kan tidak merata, namun jumlah pasien terbanyak yakni Kota Palembang. Terkait penerapan PSBB di Palembang, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 diajukan oleh Walikota Palembang ke Menteri Kesehatan. Untuk itu nanti kita akan bicarakan hal ini dengan Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang,” paparnya.

Baca Juga :   Penyebaran Covid Terus Meningkat, DPRD Sumsel Inisiatif Ajukan Raperda

Dilanjutkannya, sedangkan untuk jumlah orang dalam pemantauan di Sumsel totalnya saat ini berjumlah 2.540 orang. Dari jumlah tersebut yang selesai dipantau berjumlah 1.905 orang dan warga yang masih dipantau berjumlah 635 orang.

Kemudian, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Sumsel totalnya berjumlah 100 orang. Dari jumlah tersebut 65 pasien sudah selesai dilakukan pengawasan dan 35 pasien masih dalam pengawasan. Bukan hanya itu, saat ini juga ada penambahan empat orang PDP baru.

“Sementara untuk data pasien positif Covid-19 yang sembuh dan pasien meninggal dunia tidak ada penambahan. Dimana untuk pasien sembuh masih tetap empat orang, dan yang meninggal dunia masih tetap tiga orang,” tutupnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

IPSI Palembang Gelar Kejurkot 12-14 Februari

Palembang, KoranSN Guna memajukan cabang olahraga Pencak Silat di Kota Palembang, Pengurus Cabang (PC) Ikatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.