PALI Dikepung Banjir, Ratusan Rumah Tergenang

kondiri rumah warga yang terendam banjir di Talang pipa. (foto/Anasrul)
Kondiri rumah warga yang terendam banjir di wilayah Talang pipa. (foto/Anasrul)

PALI, KoranSN

Akibat curah hujan yang meningkat satu minggu terakhir, membuat sejumlah wilayah di Bumi Serepat Serasan tergenang banjir.

Seperti tampak di wilayah Talang Pipa Kelurahan Talang Ubi Barat. Sungai Abab kembali meluap dan menggenangi ratusan rumah warga yang berada di bantaran sungai Abab tersebut. Aktivitas warga Talang Pipa pun,  menjadi lumpuh karena terendam banjir.

Lokasi  Talang Pipa Kelurahan Talang Ubi Barat, merupakan daerah langganan banjir, ketika hujan deras kawasan padat penduduk itu selalu digenangi air. Pekan lalu, air cukup tinggi mencapai 50 centemeter (cm), sedangkan di tepian suangi puluhan rumah terendam banjir air tinggi mencapai 2 meter.

“Baru kemarin pak, banjir ini banjir lagi, sengaja barang-barang sebagian belum di bereskan karena takut hujan dan banjir, dan benar banjir lagi,” kata Firmansyah (30) warga sekitar, Selasa (15/11/2016).

Diakuinya, banjir seperti ini tak berlangsung lama, namun jika hujan terus menerus kawasan ini terus tergenang air. Sementara air Sungai Abab meluap dan masuk rumah kawasan penduduk.

“Banjir ini hanya sebentar, paling lama tiga jam. Namun walau sebentar, tetap merepotkan kami, sebab kami tidak bisa tidur nyenyak dan telah mengganggu aktivitas kami sehari-hari, apa lagi hujan terus,” ucap Firmansyah.

Baca Juga :   Pemkab Muba Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Penyelenggara Pemilu

Terpisah, kondisi serupa juga dialami di Desa Pandan dan beberapa desa yang berada di kecamatan Tanah Abang. Akibat hujan deras yang mengguyuri kabupaten PALI, menyebabkan Sungai Lematang meluap. Ratusan rumah dan bahkan ribuan warga terancam lumpuh aktivitasnya.

Kepala Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang, Udial Sastra kepada SN menuturkan bahwa banjir sudah masuk ke rumah-rumah warga, dan diprediksikan ketinggian air akan terus naik, karena curah hujan masih aktif, mengingat lokasi tanah abang posisinya di ilir sungai, meskipun tidak hujan sementara hujan dari hulu otomatis debit air bertambah dan pastinya  meluap.

“Kalo hujan di hulu, otomatis air meluap dan tinggi dan meluap ke pemukiman warga,” terangnya.

Sementara itu, Selasa (15/11/2016) personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terjun langsung ke lokasi-lokasi langganan banjir dan tanah longsor, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita sudah siap siaga, mengingat curah hujan yang tinggi dan debit air disungai-meningkat, baik kiriman dari hulu maupun air yang berada dari anak sungai, yang berpotensi menimbulkan kerugian,” kata  Kepala BPBD Drs Rusman Firman MM, saat mantau di lokasi banjir di Tanah Abang.

Baca Juga :   Launching Program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) Pemkab OKU dan OKU Timur

Pihaknya juga siaga 24 jam untuk menerima laporan dari masyarakat. Tak lupa, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada mengingat air datang tiba-tiba dan hujan yang terus menerus.

“Kita keliling kekecamatan-kecamatan dan menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan disekitar aliran sungai, ataupun di luar rumah, dan jangan membuang sampah di sungai dan aliran air,” terang Rusman.

Terpisah, Mila (46) warga desa Muara Ikan Kecamatan Penukal Utara mengaku khawatir dengan kondisi hujan seperti ini.  Dua hari lalu air sungai di desanya masih surut, sementara hari ini (15/11/2016)  air cukup tinggi, di khawatirkan jika hujan di hulu bisa saja air masuk ke kampungnya.

“Kemarin masih agak surut, nah sudah dua hari ini air cepat nian naik. Kami juga takut kalau air sungai meluap tiba-tiba,” terangnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

OKU Timur Kembali Raih WTP Delapan Kali Berturut-turut

Martapura, KoranSN Prestasi bidang pelaporan keuangan kembali di torehkan Kabupaten OKU Timur. Untuk kedelapan kali secara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.