Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Gema Sriwijaya / Pangdam Buka Pendidikan Tamtama TNI AD 2019 di Lahat

Pangdam Buka Pendidikan Tamtama TNI AD 2019 di Lahat

Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan SIP MHum.(foto-humas kodam)

Palembang, KoranSN

Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan SIP MHum secara resmi membuka Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang – II Tahun Anggaran 2019 yang diselenggarakan di Rindam II/Swj Puntang-Lahat, Senin pagi (2/12/2019) pukul 09.00 WIB.

Pangdam Mayjen TNI Irwan dalam amanatnya mengatakan, Pendidikan Tamtama merupakan pendidikan dasar keprajuritan untuk merubah sikap, perilaku, pola pikir dan karakter dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD.

Melalui pendidikan ini, para prajurit siswa akan dididik, dilatih dan digembleng baik fisik maupun mental serta dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan dasar olah keprajuritan. Sehingga nantinya mampu menjadi prajurit-prajurit Tamtama TNI AD yang dapat diandalkan dan dibanggakan.

“Untuk itu maka para prajurit siswa harus memiliki semangat, tekad dan kemauan yang kuat untuk belajar dan berlatih serta mengikuti semua aturan dan ketentuan yang berlaku di Lembaga Pendidikan ini,” jelas Pangdam dalam rilis resmi Pendam/Sriwijaya kepada Suara Nusantara.

Lebih lanjut dijelaskannya, profesi sebagai prajurit telah diraih sudah menjadi pilihan dan jalan hidup yang harus disyukuri dengan penuh keikhlasan yang harus dijalani dan dilaksanakan dengan sepenuh hati.

“Sebagai prajurit TNI AD sudah menjadi pilihan dan jalan hidup kalian. Oleh sebab itu, terima dan syukuri anugerah yang telah kalian dapatkan ini dengan penuh ketulusan dan keikhlasan hati. Laksanakan profesi ini dengan sepenuh jiwa dan raga serta jangan pernah menyia-nyiakannya,” tegas Mayjen TNI Irwan.

Baca Juga :   Omset Penjulan Atribut Hari Kemerdekaan di Muratara Meningkat Setiap Tahun

“Tumbuhkan semangat untuk belajar dan berlatih, pelihara kesehatan fisik dan mental selama mengikuti pendidikan ini serta tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena keberhasilan kalian dalam menjalani proses pendidikan ini tidak terlepas dari bimbingan, petunjuk dan Ridho-Nya,” pesan Pangdam.

Upacara Pembukaan Dikmata Gelombang – II TA 2019 ini ditandai dengan penyematan tanda peserta pendidikan oleh Pangdam II/Swj kepada salah satu perwakilan prajurit siswa Tamtama.

Hadir dalam Upacara Pembukaan Dikmata TNI AD TA 2019 tersebut, Danrindam II/Swj, Danrem 044/Gapo, Asops Kasdam II/Swj, Aspers Kasdam II/Swj, Kajasdam II/Swj, Kakesdam II/Swj, Kapendam II/Swj, Wakaajendam II/Swj, Waasintel Kasdam II/Swj, Wakil Bupati dan unsur Forkopinda Kab. Lahat, Ketua DPRD Lahat, Kajari, Dansecaba, Dansecata, para Dansatdik, para Gumil, Pelatih/Pembina serta para Perwira, Bintara dan Tamtama Rindam II/Swj, para Pengurus Persit KCK dan tamu undangan lainnya.

Sementara Kapendam II/Swj, Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, Dikmata yang akan berlangsung selama 20 minggu (5 bulan) ini diikuti oleh 507 prajurit siswa yang dinyatakan telah lulus seleksi dan terpilih untuk mengikuti Dikmata PK TNI AD Gelombang – II TA 2019 ini.

Baca Juga :   Parpol Dijatah 10 Baliho, Caleg Bisa 'Nebeng'

“Mereka merupakan para pemuda pilihan yang telah lolos dan terpilih pada saat mengikuti seleksi penerimaan Calon Tamtama TNI AD yang dilaksanakan secara ketat, objektif dan transparan beberapa waktu yang lalu dan tanpa dipungut biaya apapun,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Kapendam, dari 507 prajurit siswa yang akan mengikuti pendidikan tersebut, sebanyak 5 prajurit siswa merupakan putra daerah asli yang berasal dari Suku Anak Dalam (SAD), Jambi.

“Pengkhususan bagi putera daerah dari SAD ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD kepada putera terbaik dari daerah, khususnya Pulau Terluar, Perbatasan dan Pedalaman yang selama ini kesulitan untuk mengakses pendaftaran menjadi calon Prajurit TNI, karena faktor jarak yang terisolir, lokasi yang cukup jauh, faktor ekonomi, dan lainnya”, kata Kolonel Djohan.

“Faktor kekhususan calon prajurit dari Pulau Terluar atau SAD ini juga menjadi atensi kita. Selain standar baku dan persyaratan yang ditentukan dalam penerimaan untuk menjadi prajurit TNI AD,” ungkapnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

PT Bukit Asam Gelar Natal Bersama

Muara Enim, KoranSN Ribuan umat kristiani merayakan perayaan natal yang di gelar PT Bukit Asam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.