Home / Editorial / Panjangnya Perjalanan Korupsi Lahan Kuburan

Panjangnya Perjalanan Korupsi Lahan Kuburan

ilustrasi lahan kuburan
ilustrasi lahan kuburan. (foto/net

PENANGANAN korupsi lahan kuburan di Kelurahan Kemelak Bindun Langit  Baturaja Timur OKU  yang memakan waktu yang cukup lama, akhirnya menunjukkan kemajuan. Kemarin empat tersangka dugaan kasus korupsi proyek ini resmi ditahan di Rutan Pakjo Kelas I Palembang.

Kalau kita ulas ke belakang, memang perjalanan kasus ini  lumayan panjang. Ini diantaranya disebabkan sampai delapan bulan hasil audit tak juga keluar. Tentu saja hal ini membuat penuntasan masalah ini menjadi tersendat.

Bila kemarin Ir H Najamudin (Kepala Dinas Sosial Pemkab OKU), Drs H Umirton (mantan Sekda Pemkab OKU), Drs Akmad Junaidi (mantan Asisten I Pemkab OKU), dan Hidirman (warga sipil pemilik lahan), langsung ditahan. Rakyat berharap kasus ini dibuka tuntas. Bahkan sikap Polda Sumsel yang akan membidik tersangka baru patut diapresiasi.

Baca Juga :   Menyedihkan, Sungai Masih Dipenuhi Sampah

Tetapi kalau kita telisik lebih dalam, rasanya sangat miris. Karena praktek korupsi telah masuk ke semua sisi dan lini kehidupan dan sendi-sendiri pemerintahan. Hal  yang tak kita kira dan pikirkan juga dikorupsi oknum  pejabat.

Proyek kuburan, pembangunan masjid, dan pengadaan yang berbau agama,  juga dikorupsi.

Kita tentu ingat di Pemerintah Pusat ada korupsi pengadaan Kitab Suci Al Quran, di Pagaralam ada korupsi  pembangunan masjid dan dana zakat. Semuanya membuat kita mengurut dada, mengapa untuk hal yang sangat sakral juga masih dimain-mainkan.

Semua untuk keuntungan  pribadi, yang membuat pikiran oknum pejabat menjadi lupa. Memang sangat disesalkan mengapa sampai lahan kuburanpun harus dikorupsi, apakah hati dan nurani tak peka lagi.

Baca Juga :   Manisnya Batubara di Lahat, Hanya Sesaat Saja!

Bila kita perhatikan, cara untuk mendapatkan uang dengan cara cepat telah membutakan hati banyak orang untuk bertindak. Tak terbayangkan oleh mereka, bahwa mereka sendiri nanti akan masuk ke liat lahat. Tetapi karena  uang telah menyilaukan semuanya, pengadaan lahan pekuburan juga diakali bagaimana caranya bisa menguntungkan.

Kita harapkan kasus ini dituntaskan, agar menjadi contoh berharga bagi penyelenggaran lainnya. Kita ketahui dalam pengungkapkan kasus dugaan korupsi tidak seperti mengungkap kasus tindak pidana umum lainnya. Penyidik terlebih dulu harus melakukan klarifikasi, memeriksa saksi serta mengumpulkan barang bukti guna membuat terang indikasi dugaan korupsi yang terjadi. (Agus Harizal)

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

Pengabdian Tanpa Akhir Sang Mantan Gubernur Sumsel

  Oleh Zulkarnain Alregar KETIKA pertama kali Provini Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.