Home / Wisata / Paris Kota Sejarah Nan Romantis

Paris Kota Sejarah Nan Romantis

paris

TAK lelah mata memandangi setiap sudut Kota Paris. Semua yang dilihat sangat indah dan mengesankan. Kesan menjaga kebudayaan dan warisan pendahulu sangat terasa, ini diwujudkan  dengan terus memelihara detil setiap bangunan peninggalaman lampau.

Di central kota, tentu semua orang yang pertamakali datang ke kota ini akan mencari Menara Eifel. Land mark Kota Paris ini tak habis menjadi inspirasi banyak orang untuk melakukan banyak hal, mulai dari berkesenian,  menikmati indahnya landmark kota yang menyatu dengan  taman-taman yang indah, dan sibuknya warga kota melakukan  aktivitas sehari-sehari.

Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel) merupakan sebuah menara besi yang di bangun diChamp de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.

Menara Eiffel sebetulnya dibangun sebagai gerbang l’Exposition Universelle 1889, sebuah World’s Fair yang bertepatan dengan 100 tahun Revolusi Perancis.

Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual proses pembangunan Menara Eiffel tetap dilakukan mulai dari 1887 hingga 1889.

Menara ini diresmikan 31 Maret 1889 dengan bendera berkibar di puncaknya dan dibuka untuk umum pada 6 Mei pada tahun yang sama.

Biro perencana Eiffel membuat 5.300 gambar detail dari 18.000 potong bagian berbeda. Besi baja dikaitkan dalam bentuk persilangan dari 18.038 biji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku Kerangka karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin, walaupun bahannya dari besi dan berat menara hanya 7.300 ton.

Baca Juga :   Pengamat: Wisam Kurang Berdampak Pada Perekonomian Masyarakat

Ketika SUARA NUSANTARA mengunjungi Kota Paris, walaupun suhu cukup dingin cuaca sangat cerah. Di banyak sudut sekitar Menara Eifel banyak ditemui muda-mudi yang memadu kekasih. Sungguh pemandangan yang romantis. Bila banyak yang mengatakan, Paris sebagai kota yang romantis, itu tak terbantahkan.

Banyak sekali  tempat yang sangat sayang ditinggalkan untuk dikunjungi di kota ini, diantaranya gerbang kemenangan Kota Paris atau yang biasa disebut Arc de Triomphe, dimana bangunan ini

sampai sekarang berdiri kokoh. Di lokasi pelataran gerbang ini dipenuhi pelancong yang memandangi bangunan sambil berfoto. Di sekitar gerbang ini banyak ditemukan penjual souvenir.

Arc de Triomphe, adalah sebuah tugu di Paris yang terletak di pusat Place Charles de Gaulle, Paris. Gerbang kemenangan ini memberi penghormatan kepada mereka yang berjuang untuk Perancis, khususnya sewaktu Perang Napoleon.

Di bagian dalam dan atas gerbang terdapat nama semua jenderal dan perang yang diperjuangkan mereka. Di bawahnya adalah Makam Askar Tidak Dikenali dari Perang Dunia I.

Paris juga dikenal sebagai kota mode dan surga belanja bagi pemburu barang-barang bermerek. Barang-barang kelas dunia  terbaru dijual di kota ini, dan tentu saja tanpa pajak.

Baca Juga :   Mahasiswa ISI Denpasar Jadikan Bunga Jempiring Sebagai Public Facility

Saat SUARA NUSANTARA berkesempatan mengunjungi salah satu pusat perbelanjaaan terkenal Lafayette, semua sudut dipenuhi etalase barang branded alias bermerek.

Baju, sepatu, parfum, dan aksesoris free duty mengundang semua pengunjung untuk menhabiskan uangnya. Hal yang menarik, antrian di kasir terlihat sangat panjang, padahal jumlah kasir di Lafayetee jumlahnya sangat banyak.

Pusat perbelanjaan Galeries Lafayette adalah simbol fesyen di Paris, Prancis. Berlokasi di Boulevard Haussman, mal ini dikenal sebagai tempat belanja legendaris untuk para wisatawan. Tak hanya di Paris, tapi juga di Eropa.

Di pusat perbelanjaan kebanggaan Kota Paris ini ada aturan yang menarik para wisatawan untuk belanja. Untuk total belanja di atas 175 Euro (sekitar Rp 2,1 juta), yang belanja berhak dapat tax refund. Uang kita bisa ditebus di bandara. Tetapi bagi yang waktunya tak terlalu banyak cara ini tak menyenangkan, untuk mendapatkan tax refund harus menunggu berjam-jam di bandara.

Berjalan-jalan  menikmati mall megah dengan arstitektur masa lalu ini sangat menyenangkan.

Setiap sudut mall sangat indah. Terlihat para pengunjung berbusana sangat modis. Sangat relevan dengan sebutan sebagai kota mode. (ags)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Sleman Gelar Jelajah Wisata Kenalkan Potensi Lereng Merapi

Sleman, KoranSN Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar “event sportourism” jelajah wisata bertajuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.