Pasien RSUD Kayuagung Terlantar

Pasien antri untuk memeriksakan diri di Poli Kebidanan, sementara dokter belum datang

Kayuagung, SN

Tiga kali pergantian penjabat Direktur RSUD Kayuagung dalam waktu kurang dari 1 tahun terakhir ternyata tidak juga mengubah kinerja pihak rumah sakit menjadi lebih baik. Kian hari pelayanan kepada masyarakat dari rumah sakit milik pemerintah ini kian menurun.
Seperti yang terjadi kemarin, Rabu (24/6). Puluhan calon pasien yang hendak berobat ke RSUD Kayuagung harus terlantar berjam-jam karena dokter datang kesiangan. Pasien sudah ngantri di loket sejak pukul 06.00 WIB, namun dokter baru datang lewat pukul 10.00 WIB.

Padahal sesuai aturan yang ditetapkan pihak RSUD Kayuagung, seluruh Poli di rumah sakit ini harus buka mulai pukul 08.00 WIB seusai apel pagi dan dokter yang bertugad di setiap poli harus datang maksimal pukul 09.00 WIB. Artinya, dokter harus datang sebelum pukul 09.00 WIB. Rendahnya disiplin dan kinerja dokter sangat tidak sebanding dengan uang tunjangan mereka Rp 15 juta s/d Rp 25 juta perbulan.

Ani, warga Desa Awal Terusan Kecamatan SP Padang selaku perwakilan calon pasien yang hendak berobat di Poli Kebidanan kemarin mengungkapkan, ia sudah berada di rumah sakit sejak pukul 07.00 WIB untuk berobat di Poli Kebidanan karena mengeluhkan keputihan dan pembengkakan di rahim.

Baca Juga :   Waspada AIDS, Dinkes Muratara Minta Warga Lakukan Tes Darah

“Tapi sampai jam 10 dokternya belum datang, jadi aku terpaksa berjam-jam menahan sakit ini dan harus bolak balik ke WC untuk buang air kecil,” keluhnya. Iapun mengeluhkan dokter piket di UGD rumah sakit karena tidak bersedia membantu memeriksa pasien.

Jelasnya, perawat di Poli Kebidanan menyarankan dirinya untuk berobat sementara di UGD namun dokter piket di UGD justru menyuruhnya tetap menunggu dokter lain yang bertugas di Poli Kebidanan. Setelah lewat pukul 10.00 WIB, dokter akhirnya datang tapi pasien sudah membludak.

“Sudah lama nunggu dokter, pas dokternya datang dan memeriksa, ternyata dokter di sini tidak memberikan tindakan medis. Saya justru dirujuk untuk berobat di rumah sakit Palembang saja,” keluhnya lagi.
Pengamatan di RSUD Kayuagung kemarin, bukan hanya dokter di bagian Poli Kebidanan yang datang terlambat, dokter dan perawat di bagian Poli Penyakit Dalam juga telat datang. Ruang Poli Penyakit Dalam yang bersebelahan dengan loket pendaftaran juga tidak ada petugasnya.

Baca Juga :   Pemkab Muratara Rencanakan Pemekaran Kecamatan

Direktur RSUD Kayuagung dr Dedi Sumantri belum memberikan penjelasan terkait kondisi ini. Saat dikonfirmasi via telpon dan SMS ke Ponselnya, hingga kemarin sore tidak ada tanggapan dan balasan SMS.

H Sholahuddin Djakfar SH selaku anggota Komisi IV DPRD OKI berkomentar, sangat menyesalkan karena keluhan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit kian hari kian banyak.

Menurutnya, direktur rumah sakit padahal pernah berjanji akan memperbaiki citra dan kinerja rumah sakit namun hasilnya belum terbukti . (iso)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Beri Pelatihan Bidang Kelistrikan, Pemkab Muba Gandeng PLN

Sekayu, KoranSN Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.