PDAM Putuskan Sementara Pelanggan Menunggak

(Foto-Net)
(Foto-Net)

Palembang, KoranSN

Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Musi Palembang melakukan pemutusan sementara terhadap 67 SL yang menunggak pembayaran lebih dari jangka waktu tiga bulan. Manager Pengendalian Kehilangan Air PDAM Tirta Musi Erwin Adyanto menjelaskan, pemutusan ini bersifat sementara, pihaknya tetap memberikan waktu kepada pelanggan untu  melunasi tunggakan tersebut.

“Ini bersifat sementara, tadi itu kita lakukan pencabutan meterannya saja. Diberikan waktu dua bulan ke depan untuk segera membayar tunggakan. Selain membayar tunggakan, mereka juga dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 75 ribu, jika pelanggan tetap tidak membayar dalam jangak waktu yang telah kita berikan, terpaksa seluruh aksesorisnya bakal diangkat,” ungkapnya, saat melakukan penertiban pelanggan yang menunggak di Jalan Gelora, Makrayu, 32 Ilir, Kamis (27/10/2016).

Sebelum melakukan pemutusan ini, pihaknya telah memberikan peringatan kepada pelanggan sesuai prosedur yang ada. Namun, 67 pelanggan yang termasuk kedalam unit Rambutan tersebut tidak mengindahkan dan belum ada tindakan dari pelanggan untuk menyelesaikan tunggakan.

“Hari ini (kemarin) kita menurunkan 9 tim secara bersamaan untuk melakukan penertiban karena memang wilayahnya berdekatan. Wilayah yang masuk dalam unit rambutan ini yakni Jalan Sultan mansyur, Jalan Sido Ing Lautan, Jalan Gelora, dan Jalan Kadir TKR,” katanya.

Baca Juga :   Buka Ruang Bagi Anak Penyandang Disabilitas, Herman Deru Janji Tambah SLB di Sumsel

Dia merinci, total tunggakan dari 67 SL menunggak untuk kawasan tersebut sekitar Rp 96 juta, tunggakannya pun bervariasi, ada yang menunggak selama tiga bulan hingga 9 bulan. “Ada 33 ribu pelanggan di Unit Rambutan ini. 67 SL yang menunggak ini bermacam-macam, memang ada yang sudah menunggak sejak akhir tahun 2015, sampai dengan Oktober 2016 dengan total keseluruhan hampir Rp 96 juta lebih,” rincinya.

Diketahui, rata-rata pelanggan yang menunggak ini yakni warga dengan ekonomi lemah. “Alasan mereka cukup beragam dari tidak ada uang, lupa dan ada yang pindah. Bahkan kebanyakan mereka ini adalah penyewa. Kami cukup maklumi itu,” ujarnya.

Erwin menerangkan, pihaknya mendata, total keseluruhan penunggak ada 400 SL yang diputus sementara, 101 diputus permanen/amboring dan 18 diputus pelanggaran per September 2016 ini. Sedangkan yang sudah melunasi tunggakan sebanyak 600SL.

“Kerjasama MoU antara PDAM Tirta Musi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang beberapa waktu lalu, akan membantu PDAM dalam penyelesaian tunggakan seperri ini. Terutama untuk pelanggan yang telah diputus permanen dan tidak memiliki itikad baik untuk membayar tunggakan air ledengnya. Kejari yang akan menyurati penunggak tersebut. Jadi penunggak akan tetap di tagih sampai kapanpun bahkan bisa di pidanakan,” terangnya.

Baca Juga :   Dishub Palembang Segera Tertibkan Bentor

Menurutnya PDAM Tirta Musi sudah memiliki peta para pelanggan PDAM. Jadi penunggak permanen tidak akan bisa melakukan pemasangan lagi sampai bisa melunasi tunggakan tersebut.

“Sedangkan, bagi pelanggan yang tidak membayar tunggakan dengan batas waktu enam bulan ke depan, akan dilakukan pemutusan permanen, dan akan diberikan waktu selama satu minggu untuk melunasi tunggakan. Selain itu apabila akan memasang kembali akan dikenakan biaya Rp1.050.000 di luar tunggakan,” tuturnya. (tya)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Kunjungi Sumsel, DWP Sumbar Selaraskan Program Kerja

Palembang, KoranSN Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hj. Reny Nasrun Umar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.