Pedagang Pasar Tolak Kenaikan Harga Sewa

264654-jpeg
BERDEMO-Ratusan gabungan pedagang pasar tradisonal berdemo di Kantor Pemkot Palembang,tolak kenaikan sewa kios.FOTO-RIKA/KORANSN.

Palembang,KoranSN
Ratusan gabungan pedagang pasar tradisional yang terdiri dari Pasar Kamboja, Pasar Sekip Ujung dan Pasar Tangga Buntung, Senin (14/11/2016), beramai-ramai mendatangi kantor Walikota Palembang.

Para pedagang tersebut, sepakat menolak kenaikan harga sewa yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang pada 31 Oktober lalu kepada seluruh pasar tradisional yang ada di Palembang.Dengan membawa spanduk-spanduk berisikan penolakan terhadap kenaikan tarif sewa kios. Pedagang menuntut Pemkot agar membatalkan kenaikan harga dan berpikir lebih rasional. Sebab, pedagang merasa tidak mampu untuk membayarnya. Apalagi saat ini pemasukan pedagang yang rata-rata berjualan sayur-mayur tidak mencukupi.

Menurut pantauan, tidak hanya sekedar orasi, pedagang bahkan mengancam, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, bukan tidak mungkin aksi yang sama juga akan dilakukan oleh seluruh pedagang pasar lainnya.
Salah satu pedagang Pasar Kamboja, Nur, mengakui kenaikan sewa lapak yang ditetapkan oleh PD Pasar, dirasa sangat memberatkan dia dan pedagang yang lain. Jika tahun-tahun sebelumnya besaran sewa lapak yang harus dibayar pedagang berkisar Rp 175 ribu pertahun untuk satu petak, kini harus dibayar dengan harga yang berkali-kali lipat.

Baca Juga :   Fitri Kunjungi Bayi Nashwa Kayla Syafitri

“Sejak 1 November 2016 harga sewa lapak naik menjadi Rp 700 ribu pertahun satu petaknya. Itu belum ditambah dengan retribusi untuk setiap harinya dan iuran perbulan,” keluhnya.Di tempat yang sama, Koordinator Pasar Sekip Ujung, Agusti menegaskan, setelah mengadakan pertemuan dengan pihak Pemkot Palembang dan juga PD Pasar Palembang Jaya, dia mengaku kecewa karena belum ada hasil ataupun kesepakatan yang didapat dari pertemuan tersebut.

“Para pedagang berharap besaran retribusi masih mengacu pada aturan lama. Tapi PD Pasar menetapkan harga selangit, jadi dalam pertemuan tadi belum ada kejelasan dan kesepakatan terkait kenaikan harga sewa ini, yang jelas kami tetap menginginkan aturan sewa kembali keperaturan yang telah berlaku selama ini,” tegasnya.

Menurutnya, aturan baru dari PD Pasar bukanlah kenaikan sewa, tapi merubah harga total. Dalam hal ini, pedagang jelas melakukan penolakan. “Sebelumnya sewa kios hanya Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu pertahun. Tapi sejak ada aturan baru itu berubah menjadi berkali-kali lipat, bahkan ada yang sampai Rp 3.7 juta pertahunnya. Ini benar-benar mencekik pedagang namanya,” terangnya.

Baca Juga :   Lapas Perempuan Kekurangan Pasokan Air

Sementara itu, Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Palembang Jaya, Febriyanto usai mediasi dengan pedagang mengungkapkan, adanya aksi demo yang dilakukan pedagang, hanya karena adanya kesalahpahaman antara pedagang dan pihaknya. “Melalui selebaran yang dikeluarkan untuk pemberitahuan kenaikan sewa kios dan lapak para pedagang ini telah kita atur berdasarkan kelas pasar dan jenis barang dagangan. Jadi tidak sembarangan dalam menetapkan kenaikan sewa ini,” ujarnya.

Diapun mengakui, banyaknya protes dari para pedagang tersebut disebabkan kurangnya sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan oleh pihaknya kepada para pedagang. Oleh karena itu  pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala pasar dan akan membahas ulang tarif sewa lapak/kios.”Siang ini (kemarin) akan kita kumpulkan semua Kepala Pasar, akan kita sosialisasikan dan bicarakan lagi mengenai tarif sewa lapak/kios ini,” tandasnya. (tya)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

15 Ribu Pelanggan Masuk Daftar Tunggu PDAM

Palembang, KoranSN Guna memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih yang masih belum tercukupi, Perusahaan Air Minum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.