Pegawai Bengkel Omega Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada

Jenazah Jemi Baok ketika tiba di RS Bhayangkara Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Jemi Baok (31), pegawai Bengkel Omega di Jalan Sukarno Hatta Palembang, Senin (12/3/2018) pukul 10.00 WIB ditemukan tewas di mess pegawai yang berlokasi tepat di belakang bengkel tersebut. Korban ditemukan tewas dengan kondisi pisau masih tertancap di dada sebelah kiri serta leher terjerat tali sepatu.

Korban yang tercatat sebagai warga Siharbangan Kecamatan Barus Utara Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara tersebut, diduga tewas karena bunuh diri.

Kepala SPKT Polresta Palembang, Ipda Haider mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian usai mendapatkan informasi adanya korban yang tewas diduga karena bunuh diri. Setiba di lokasi, polisi memeriksa sejumlah saksi kemudian jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Korban ditemukan di dalam kamar di mess pegawai Bengkel Omega. Saat ditemukan, leher korban terjerat tali sepatu yang terikat di jendela kamar, selain itu dada kiri korban tertancap pisau dapur. Dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, dugaan sementara korban meninggal dunia karena bunuh diri,” ungkapnya usai mengantarkan jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Masih dikatakannya, yang membuat korban tewas diduga karena pisau yang tertancap di dada korban bukan karena jeratan tali sepatu yang melilit di leher korban.

Baca Juga :   Curi Motor Petani Karet, Heri Tersungkur Diterjang Timah Panas

“Korban ini awalnya diduga mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri di jendela kamar menggunakan tali sepatu, karena jendela tersebut rendah sehingga aksi korban gagal. Untuk itulah disaat leher korban masih terjerat oleh tali, diduga korban langsung menancapkan pisau yang telah disiapkan korban ke bagian dada. Dugaan ini terlihat dari baju yang dikenakan korban tidak ada lubang bekas tusukan pisau, karena saat menancapkan pisau itu diduga korban sempat mengangkat baju yang dikenakannya. Bukan hanya itu, di dalam mes tersebut tidak ada barang-barang korban yang hilang jadi kami menduga jika Almarhum bukan korban akasi kejahatan,” paparnya.

Sementara Sugiani (31), isteri korban Jemi Baok mengatakan, di dalam mess yang dihuninya bersama suaminya terdapat dua kamar. Sebelum ditemukan tewas, awalnya pada Minggu sore (11/3/2018) korban masuk ke dalam kamar kemudian korban mengunci pintu dari dalam kamar.

“Sementara saya dan anak saya yang berusia 8 bulan berada di kamar yang satunya. Ketika malam hari, suami saya ini tidak kunjung keluar dari dalam kamar, saya pikir dia tertidur. Pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB suami saya juga tak keluar dari kamar, karena dia mau kerja makanya saya mengetuk pintu untuk membangunkannya. Namun setelah diketok berkali-kali tidak ada jawaban, dikarenakan curiga akhirnya saya meminta pegawai bengkel lainnya memanjat dinding untuk melihat korban dari jendela kamar. Ketika itulah suami saya terlihat sudah meninggal dunia dengan kondisi leher tergantung tali di jendela, hingga akhirnya kami mendobrak pintu kamar,” ungkapnya beruraian air mata saat temui di lokasi kejadian.

Baca Juga :   Dipukuli Warga, Ketika Temannya Tancap Gas

Masih dikatakannya, usai didobrak dan pintu kamar terbuka, ketika itulah dirinya melihat jelas suaminya sudah tewas dengan kondisi tergantung di jendala kamar dan ada pisau yang tertancap di leher korban.

“Sebelum kejadian ini, memang suami saya pernah mencoba bunuh diri dengan menikamkan pisau di tubuhnya saat kami berada di rumah paman di Talang Keramat. Namun, percobaan bunuh diri itu gagal karena terlihat oleh paman, dan sekarang barulah suami saya melakukannya,” ujarnya.

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Ingatkan Putra Rhoma Irama Hadiri Panggilan Penyidik

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Romy Syahrial, putra pedangdut Rhoma Irama, menghadiri panggilan …