Home / Gema Sriwijaya / Banyuasin / Pejabat Pemprov Sumsel Turut Diperiksa KPK

Pejabat Pemprov Sumsel Turut Diperiksa KPK

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
KPK saat pindahkan dua moge Yan Anton ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Rampasan Negara (Rupbasan) Palembang terkait OTT KPK. (Foto-Doc-Siryanto/Koransn.com)
SITAAN – KPK saat pindahkan dua moge Yan Anton ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Rampasan Negara (Rupbasan) Palembang terkait OTT KPK beberapa waktu yang lalu. (foto dok/siryanto/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pejabat Pemprov Sumsel yakni Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Program Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Defriansyah, Rabu (5/10) diperiksa penyidik KPK menjadi saksi kasus OTT Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Selain Defriansyah, di hari yang sama KPK juga memeriksa Kepala Dinas (Kadis) PU Cipta Karya Banyuasin Noor Yosept Zaath.

Pemeriksaan tersebut merupakan kelanjutan pemeriksaan saksi dalam dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin yang menjerat Yan Anton Ferdian sebagai tersangka.

Satu hari sebelumnya, Selasa (4/10) penyidik KPK telah memeriksa Kepala Dinas (Kadis) PU Bina Marga Banyuasin Ir Abi Hasan MP MT dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banyuasin Dr Hakim.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Andriati mengungkapkan, pemeriksaan saksi-saksi dilakukan di Gedung KPK di Jakarta dimana pemeriksaan dilakukan bertujuan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian.

“Hari ini (kemarin) dua saksi diperiksa KPK di Jakarta, mereka yakni; Kepala Dinas PU Cipta Karya Banyuasin Noor Yosept Zaath dan Kepala Seksi Perencanaan Program Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Defriansyah. Sedangkan untuk pemeriksaan saksi di Polda Sumsel yang berada di Palembang, tidak ada,” kata Yuyuk.

Disinggung hubungan dan peran Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Program Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Defriansyah dalam dugaan kasus ini hingga saksi diperiksa penyidik KPK? Diungkapkan Yuyuk, jika saksi yang diperiksa dikarenakan saksi tersebut diduga mengetahui dugaan kasus ini.

“Kalau saksi dimintai keterangan oleh penyidik KPK, diduga ada keterangan saksi ketahui relevansinya dengan dugaan kasus ini,” ujar Yuyuk.

Apakah akan ada tersangka baru dalam dugaan kasus ini? Dikatakan Yuyuk, untuk dugaan tersangka baru tergantung barang bukti yang nantinya dapat ditemukan penyidik KPK.

“Jadi untuk tersangka baru bisa ditetapkan kalau penyidik sudah menemukan dua alat bukti yang cukup,” jelasnya.
Sementara saat ditanya apakah Sekda Banyuasin dan Kabag Humas Protokol Pemkab Banyuasin nantinya akan kembali diperiksa penyidik KPK? Yuyuk mengatakan, dikarenakan jadwal pemeriksaan baru diterima pada hari pemeriksaan dilakukan maka dirinya belum dapat menginformasikannya.

“Saya tidak bisa informasikan untuk pemeriksaan saksi sebelum hari pemeriksaannya,” tutupnya.¬†Diketahui sebelumnya penyidik KPK juga telah memeriksa 30 saksi di Polda Sumsel selama empat hari berturut-turut.

Awalnya pemeriksaan saksi berlangsung, Selasa 27 September 2016, sebanyak tujuh saksi diperiksa penyidik KPK, mereka yakni; Kepala Dinas Pariwisata yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Merki Bakri, Kepala Dinas PU Cipta Karya Noor Yosept Zaath, Kabag Unit Layanan dan Pengadaan (ULP) Banyuasin Eko Rusdianto, Staf Keuangan Sekda Banyuasin Buchori, driver Bupati Banyuasin Rusdi alias Boy, PNS PU Cipta Karya Hari Kusuma alias Ayik, dan ajudan Sekda Banyuasin Fandi.

Kemudian Rabu 28 September 2016, delapan saksi juga diperiksa penyidik KPK, mereka adalah; Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin SA Supriyono, Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin Rislani A Gafar, Kepala Dinas PU Bina Marga Abi Hasan MP, Kepala DPPKAD Banyuasin Bambang Wirawan, Staff PU Banyuasin Reza Irwansyah, Staf Rumah Dinas Bupati Banyuasin Sarmidiyono alias Medi, Mantan PPK Banyuasin Iskandar, dan Mentan Staff Dinas Pendidikan Banyuasin Reza Pahlevi.

Lalu Kamis 29 September 2016, sebanyak delapan saksi diperiksa KPK, mereka yakni; Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah, Kepala Sub Bagian Pengembangan Layanan Pengadaan Pemkab Banyuasin Yulinda, Karyawan Bank Sumsel Babel Sapta, serta lima pihak swasta, Taufik Firman, Reza Ferdinan, Asmun, Indra, serta Rendi Juliansyah.

Sedangkan Jumat 30 September 2016, tujuh saksi kembali diperiksa penyidik KPK di Mapolda Sumsel. Saksi-saksi tersebut adalah; Plt Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Pemkab Banyuasin Robi Sandes, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Banyuasin Sadirman, Kepala Bagian Admistrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Banyuasin Arian, Admisntrasi Umum Asisten III Pemkab Banyuasin Sofran, Mantan Kepala Dinas PU Pengairan-Staf Ahli Bupati Banyuasin M Syahrial, PPK Kabid Disnakertrans Banyuasin Asmi, serta Kepala Seksi Perencanaan Program Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Dafriansyah.

Yuyuk Andriati sebelumnya telah mengungkapkan, jika penyidik KPK masih terus mendalami dan melakukan pengembangkan dugaan kasus ini untuk mencari barang bukti guna mengungkap dugaan keterlibatan tersangka baru.

“Penyidik sedang bekerja mencari bukti-bukti dugaan keterlibatan pihak-pihak lainnya termasuk pihak dari SKPD. Apabila, dalam pendalaman yang dilakukan, KPK mendapati bukti kuat dugaan keterlibatan tersangka lainnya, ya bisa saja ada tersangka baru yang berikutnya ditetapkan oleh KPK,” tegas Yuyuk belum lama ini.

Diberitakan sebelumnya, usai dilakukan OTT terhadap Bupati Banyuasin, selama dua hari berturut-turut yakni, Kamis 8 September 2016 dan Jumat 9 September 2016 penyidik KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi di Polda Sumsel.

Adapun para saksi yang diperiksa tersebut yakni; Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Banyuasin, Kabid Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Banyuasin, Kabid Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Banyuasin, serta Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Banyuasin.

Selain itu, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Banyuasin, Kasi Perencanaan Dinas Pendidikan Banyuasin, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Banyuasin, Kepala Dinas Pariwisata yang juga mantan Kadis Pendidikan Banyuasin, dan seorang Staf di Rumah Dinas Bupati Banyuasin.

Untuk diketahui, dugaan kasus ini terungkap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Yan Anton Ferdian, Minggu 4 September 2016 di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK pun menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta).

Bahkan untuk memdalami dugaan kasus ini KPK kini telah menambah masa tahanan para tersangka hingga 40 hari kedepan yang dihitung mulai dari tanggal 25 September 2016 hingga 3 Oktober 2016 mendatang.

“Penambahan masa penahanan merupakan wewenang penyidik KPK, tujuannya karena penyidik masih memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara para tersangkanya, serta untuk melakukan pendalaman penyidikan dugaan kasus ini,” tegas Yuyuk Andriati, waktu itu. (tya/ded)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Decky Canser

Lihat Juga

Bandit Pecah Kaca di Prabumulih Gondol Uang Rp 450 Juta

Prabumulih KoranSN Bandit pecah kaca, Rabu (15/8/2018) beraksi di Jalan Sudirman Kota Perabumulih, tepatnya di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!