Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Ekonomi / Pelaku E-commerce Dukung Rencana Regulasi Barang Impor

Pelaku E-commerce Dukung Rencana Regulasi Barang Impor

Ilustrasi- Belanja online. (Foto-Antaranews)

Jakarta, KoranSN

Sejumlah para pelaku perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce mendukung rencana pemerintah, terkait regulasi barang impor yang akan dikenakan kepada para pelaku e-commerce.

Menurut Head of Legal and Compliance Blibli.com Yudhi Pramono, kebijakan tersebut dapat menumbuhkan dunia usaha yang kompetitif.

“Kami tentu saja akan mendukung kebijakan pemerintah. Kami yakini pemerintah membuat peraturan untuk menciptakan dunia usaha yang kompetitif, yang juga bisa menumbuhkan industri dalam negeri serta perlindungan konsumen,” kata Yudhi Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Terkait transaksi cross-border tersebut, menurut Yudhi, tidak hanya dilakukan oleh platform e-commerce dalam negeri, namun juga e-commerce dari luar negeri.

Baca Juga :   Set Menu Natal di Wyndham Rp 1,2 Juta

“Mungkin secara jumlah transaksi jauh lebih besar, dimana datanya pihak pemerintah pasti lebih mengetahuinya,” ujar Yudi.

Senada dengan Blibli.com, Tokopedia juga akan mendukung regulasi dari pemerintah tersebut.

“Sebagai platform kami pasti akan mendukung dan mengikuti kebijakan pemerintah,” kata Category Development Lead Tokopedia, Fransiscus Leo Chandra, ditemui usai peluncuran fitur tukar tambah, Kamis (18/7/2019).

Lebih jauh, Head of Category Browse & Content Tokopedia, Cynthia Limin, mengatakan, bersedia berdiskusi dengan pemerintah terkait skema aturan impor.

“Sejujurnya kami masih menunggu untuk melihat, berdiskusi juga dengan pemerintah, tapi untuk lanjutannya saya rasa lebih baik menunggu ketika ada keputusan yang lebih sah,” ujar Cynthia.

Baca Juga :   Thamrin Group Implementasikan Oracle Fusion

Pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk membendung masuknya impor barang konsumsi melalui sektor e-commerce. Kebijakan tersebut sedang dirumuskan pemerintah karena impor barang konsumsi melalui sektor e-commerce dinilai sedang tumbuh pesat.

Sementara itu pemerintah tengah berupaya menekan pelebaran defisit neraca perdagangan yang mencapai 2,41 miliar dolar pada Januari-Mei 2019. (Antara/ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

OJK Sumbagsel Terima 258 Pengaduan Konsumen

Palembang, KoranSN Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) hingga November 2019 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.