Home / Headline / Pelaku Penyerangan Rumah Sakit Tebing Tinggi Empat Lawang 1 Keluarga

Pelaku Penyerangan Rumah Sakit Tebing Tinggi Empat Lawang 1 Keluarga

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli didampingi Direskrimum Kombes Pol Yustan Alpiani menjelaskan kronologis penyerangan anggota kepolisian di Empat Lawang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Kelompok massa yang menyerang anggota kepolisian di Rumah Sakit Tebing Tinggi Empat Lawang menggunakan senjata api rakitan dan senjata tajam merupakan satu keluarga. Bahkan saat ini, polisi telah menetapkan 14 tersangka yang 10 diantaranya sudah ditahan di Polda Sumsel. Demikian dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli, Minggu (4/8/2019).

Diungkapkan Kapolda, adapun inisial 10 tersangka yang kini telah ditahan di Mapolda Sumsel yakni; ‘IS’ (36) warga Muara Pinang, ‘RF’ (19), ‘FB’ (32), ‘ST’ (37), ‘UW’ (34), ‘LL’ (20), ‘FR’ (25), ‘IW’ (19) yang semuanya warga Kecamatan Pendopo Empat Lawang, kemudian ‘SJ’ (57) warga Bengkulu dan ‘SK’ (45) warga Talang Rebo Sikap Dalam Empat Lawang.

“Untuk 10 tersangka tersebut kini sudah kita tahan. Selain itu masih ada 4 empat tersangka yang diantaranya kakak adik, yakni tersangka Erwan dan Erwin yang kini masih dirawat di rumah sakit di Muara Enim dan Lahat. Nah untuk para tersangka ini, semuanya merupakan satu keluarga besar yang terdiri dari kakak, adik, keponakan dan paman,” ungkap Kapolda saat menggelar rilis di Rumah Dinas Kapolda Sumsel.

Dijelaskan Kapolda, penyerangan terhadap anggota kepolisian di Empat Lawang ini bermula saat Kanit Reskim Polsek Ulu Musi Ipda Arsan bersama tiga anggotanya melakukan penyelidikan menindaklanjuti laporan warga tentang kasus pengancaman.

“Awal mulanya ada seorang warga melapor ke Polsek jika mendapat ancaman akan dibunuh. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Reskim Polsek Ulu Musi Ipda Arsan bersama anggotanya melakukan penyelidikan guna menjemput tersangka pengancaman tersebut. Disaat anggota yang mengendarai mobil patroli melintasi kawasan Talang Rabu, anggota bertemu dengan terduga pelaku bersama sekelompok temannya. Disaat anggota mendekat, tiba-tiba Kanit Reskrim Ipda Arsan langsung diserang dengan senjata tajam dan tangannya di bacok. Bukan hanya itu, sekelompok pelaku ini juga menyerang anggota lainnya yakni Bripka Darmawan hingga korban menderita luka bacokan di leher dan tangannya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Diduga Praktek Aborsi dr WG Ditangkap Polda Sumsel

Menurut Kapolda, dengan adanya penyerangan tersebut maka anggota melakukan tindakan tegas hingga dua orang tersangka dari kelompok yang menyerang tersebut, yakni atas nama Erwan dan Erwin tertembak anggota.

“Usai kejadian, korban polisi yang terluka dan dua penyerang atas nama Erwan dan Erwin yang juga terluka dilarikan ke IGD Rumah Sakit Tebing Tinggi Empat Lawang. Dari kejadian tersebut, ternyata ada pelaku yang menjadi aktor lalu memprovokasi dengan menyebarkan informasi jika Erwan dan Erwin sengaja di tembak polisi. Untuk pelaku yang menjadi aktor bentrok ini belum tertangkap dan masih diburu,” jelasnya.

Masih dikatakan Kapolda, karena adanya aktor provokasi inilah hingga kabar ditembaknya Erwan dan Erwin sampai ke kakaknya, yakni tersangka ‘SK’ di Talang Rebo Kecamatan Sikap Dalam Empat Lawang.

“Kemudian ‘SK’ bersama sekitar 50 massa yang merupakan keluarga dari tersangka Erwan dan Erwin ini mendatangi Rumah Sakit Tebing Tinggi dengan membawa senjata api rakitan dan senjata tajam. Mereka datang ke rumah sakit dengan naik truk untuk mencari polisi yang telah melakukan penembakan. Setibanya di rumah sakit, massa tersebut langsung menyerang anggota polisi yang sedang berjaga dengan senjata api rakitan dan senjata tajam,” terangnya.

Baca Juga :   Cegah Aksi Teror, Polres Banyuasin Tingkatkan Pengamanan

Lanjut Kapolda, dengan adanya penyerangan tersebut membuat dua anggota kepolisian yang berjaga di rumah sakit atas nama Agus dan Reza terkena tembak senjata api rakitan para pelaku penyerangan. Dari itulah anggota di lokasi melakukan tindakan tegas dan langsung menangkap para tersangka.

“Penangkapan para tersangka ini dilakukan di Rumah Sakit Tebing Tinggi atau saat mereka melakukan penyerangan. Dari penangkapan para tersangka ini, kami mengamankan barang bukti berupa 12 senjata tajam dan tiga senjata api rakitan,” katanya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, usai kejadian tersebut dirinya langsung ke Empat Lawang membesuk para korban dan menemui tokoh masyarakat, tokoh agama dan bupati.

“Selain itu, saya juga langsung memimpin gelar perkara kasusus penyerangan tersebut. Hasil dari gelar perkara inilah terungkap jika para pelakunya adalah satu keluarga besar, jadi penyerangan tersebut bukan dilakukan oleh kelompok masyarakat namun oleh satu keluarga besar akibat adanya keluarga mereka yang tertembak oleh anggota kepolisian. Kini kami telah melakukan penegakan hukum dengan memproses semua tersangkanya, sedangkan kondisi di Empat Lawang saat ini sudah kondusif, aman dan nyaman,” pungkas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok massa membawa senjata tajam dan senjata api rakitan dengan mengendarai dua unit truk, Rabu malam (31/7/2019) pukul 21.00 WIB menyerang anggota kepolisian yang sedang berjaga di Rumah Sakit Daerah Tebing Tinggi Empat Lawang.

Penyerangan tersebut dilatarbelakangi keributan yang sebelumnya terjadi, Rabu sore pukul 16.30 WIB antara sekelompok massa menyerang anggota kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan terkait kasus pengancaman. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polresta Ungkap Hasil Visum Mahasiswi Tewas

Banda Aceh, KoranSN Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mengungkap hasil visum mahasiswi yang ditemukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.