Pembangunan Puskesmas Buat Pjs Wako Prabumulih Geram, Segera Koordinasi dengan BPK RI

Gedung Puskesmas Prabumulih Barat yang di duga bermasalah. (Foto-Andi Fatra/Koransn)

Prabumulih, KoranSN

Pjs Walikota Prabumulih, Richard Cahyadi, Jumat (23/3/2018) geram terkait pembangunan gedung baru Puskesmas Prabumulih Barat yang diduga pembangunannya bermasalah.

Dikatakan Pjs Walikota Prabumulih, Richard Cahyadi, jika dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Itu belum saya cek, makanya banyak yang akan dipublikasikan terkait bangunan Puskesmas itu. Jika memang belum layak, kami akan lihat dulu RAB dan lain-lainnya yang didapat dari hasil pengecekan. Jika setelah dicek dan ternyata memang belum layak, maka kami akan menanyakan hal itu kepada pihak kontraktor yang melakukan pembangunan gedung Puskesmas tersebut,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pengecekan akan segera dilakukan oleh pihaknya.

“Dalam waktu dekat ini akan segera kita cek, dan jika hasil audit BPK menyatakan harus diturunkan tim investigasi, maka pasti akan kita turunkan,” tegasnya.

Baca Juga :   Belajar Tatap Muka Belum Diizinkan

Terpisah, Kasubag Hukum, Kepegawaian, Umum dan Hubungan Masyarakat Dinkes Kota Prabumulih, Ira Primadesa Ogatiyah mengaku, jika sebelumnya BPK sudah turun langsung dan memperoleh temuan terkait gedung tersebut.

“Dananya dari APBN, dan sudah dibayarkan 100 persen kepada rekanan (pengembang). Namun, sebelumnya ada pemeriksaan dari BPK, dan ternyata ada temuan terkait volume yang kurang, kalau tidak salah mengenai campuran pasirnya. Makanya, pembayaran itu langsung kami potong pada pencairan terakhir, dan itu sudah kami laporkan ke BPK,” terangnya.

Ditanya mengania jumlah anggaran APBD yang digunakan untuk pembangunan gedung Puskesmas tersebut? Ira mengaku tidak mengetahui rinciannya secara pasti. Namun kata dia, jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

“Kalau kerugian negara akibat pembangunan gedung itu, sesuai dengan temuan BPK, hanya sekitar puluhan juta, tidak sampai ratusan juta. Karena sudah sesuai dengan RAB nya, dan kerugian itu juga sudah dikembalikan ke negara,” jelasnya.

Baca Juga :   HUT ke-20 DWP, Sukseskan Pembangunan Nasional

Kata dia, status gedung tersebut telah selesai dibangun pada tahun 2017, dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan.

“Tetapi untuk mulai pembangunannya saya lupa, jadi saya tidak berani memastikannya,” ucapnya seraya mengatakan, kalau berkasnya ada pada PPTK semua.

Sementara, Kabag Tata Usaha Puskesmas Prabumulih Barat, Vera Adhani berharap permasalahan gedung baru tersebut cepat terselesaikan, agar bisa segera difungsikan untuk melayani masyarakat.

“Kami minta ada tindak lanjut dari gedung ini, sehingga secepatnya bisa kami manfaatkan untuk masyarakat. Paling tidak, ada kejelasan informasi terkait gedung agar kami bisa menyampaikannya ke masyarakat,” harapnya. (and)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Tuntaskan Pembangunan Jembatan Ogan IV yang Sempat Mangkrak

Baturaja, KoranSN Komitmen Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk menyelesaikan sejumlah proyek fisik yang tak …