Home / Gema Sriwijaya / Pembangunan Tak Selesai, Dua Bangunan Pamsimas Terbangkalai

Pembangunan Tak Selesai, Dua Bangunan Pamsimas Terbangkalai

Tampak salah seorang warga sedang menunjukkan sumber air dari Pamsimas tak berfungsi. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Pamsimas merupakan program penyediaan sumber air bagi masyarakat yang kesulitan sumber air bersih, dari Pemerintah pusat maupun tingkat daerah. Namun, di wilayah Desa Kartasari, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, dua bangunan Pamsimas di wilayah ini menjadi bangunan terbengkalai karena tidak rampung dikerjakan.

Warga Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara, protes mengenai pembangunan dua Pamsimas di Desa mereka. Pasalnya, sejak di bangun pertengahan 2017 hingga saat ini, dua Pamsimas itu tidak rampung dikerjakan.

Yus (45) warga Dusun 5, Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo mengaku, dua pembangunan Pamsimas itu sampai saat ini hanya sebuah bangunan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat di desanya. Pembangunan Pamsimas dengan anggaran APBN dipekirakan menghabiskan dana ratusan juta ini, dinilai mubazir karena warga masih mengandalkan aliran sungai Rawas untuk memenuhi kebutuhan sumber air bersih.

“Bangunan itu tidak selesai sampai sekarang. Kami warga di sini sangat kecewa, dan meminta pihak konsultan segera menuntaskan pembangunan itu sesuai dengan azas manfaatnya,” katanya, Senin (16/4/2018).

Warga mengaku dalam pembangunan dua Pamsimas di Desa mereka banyak di temukan kejadian janggal. Seperti kedalam sumur yang ditargetkan 60 meter hanya di gali sekitar 25 meter, pipa paralon yang semestinya di pasang 1200 meter hanya di pasang sekitar 520 meter.”Airnya keruh dan bau tidak memenuhi standar air bersih, sudah kami ukur pakai tali bersama warga ke dalamanya hanya 25 meter. Bangunan ada tapi tidak bermanfaat, artinya bantuan Pemerintah itu mubazir.”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kertasari Sundoyo saat dikonfirmasi membenarkan, jika sampai saat ini dua bangunan Pamsimas itu belum bisa memberikan manfaat terhadap masyarakat Desanya.

“Memang itu belum selesai dikerjakan, masalahnya saya kurang faham, karena saya baru menjadi kades selama dua bulan terakhir. Kami sebelumnya sudah berupaya untuk menuntaskan permasalahan itu, tapi karena ada permasalahan internal pengurus lama dengan baru jadi tidak bisa di tuntaskan,” ucapnya.

Menurutnya, ketua tim pelaksana sebelumnya merupakan Dio serta Aryadin mantan kades Kertasari yang lama. Pihaknya mengaku pernah membentuk tim baru untuk menuntaskan pengerjaan Pamsimas ini, namun tim yang baru kesulitan mengambil bahan bangunan, karena sejumlah paralon masih ditahan di rumah Kades yang lama.”Sudah pernah di minta oleh pengurus yang baru, tapi hanya di berikan 30 batang. Karena kecewa akhirnya tim yang baru, enggan menerimanya. Sekarang terserah mau bagaimana, intinya memang bangunan itu tidak tuntas di kerjakan.”kata Sundoyo.

Menurutnya, untuk sisa pengerjaan masih ada sekitar 670 meter lagi, dengan rincian sekitar 148 batang sisa paralon yang mesti dikrjakan. Pihaknya mengaku sudah mengkonfirmasi pihak konsultan, agar mereka menuntaskan pengerjaan Pamsimas ini.”Mereka konsultan Pamsimas seharusnya yang lebih aktif melakukan pengawasan dan membina warga dalam pembuatan Pamsimas itu bukan di biarkan begitu saja.” ujarnya.

Rinto selaku koordinator konsultan Pamsimas di Muratara, saat dikonfirmasi secara langsung oleh Kepala Desa Kertasari Sundoyo menyatakan, pihaknya akan secepatnya menuntaskan pengerjaan Pamsimas ini sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

“Nanti akan di tuntaskan secepatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Aryadin mantan Kades Kertasari saat dibincangi, mengatakan ada kesalah pahaman antara masyarakat dengan pemerintah desa yang baru. Menurutnya, Proyek Pamsimas itu dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan pembiayaan di bebankan dengan dana desa sekitar 10 persen. Dalam pengerjaan sebenarnya dilakukan oleh masyarakat secara swadaya, tidak ada pemborong atau pihak ke tiga dalam pembangunan Pamsimas ini.

“Pipa paralon masih ada di rumah saya, sudah saya sampaikan warga kerjakan dulu dan silakan ambil pipa di tempat saya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk pengupahan masyarakat yang ikut melakukan swadaya pengerjaan Pamsimas itu sudah dianggarkan senilai Rp110 juta. Mengenai alasannya menahan sejumlah pipa paralon pengerjaan Pamsimas, Aryadin mengaku hanya diserahkan tanggungjawab dari pihak konsultan sebagai pemerintah desa yang lama dalam mengamankan sejumlah barang tersebut.

“Saya tidak pernah melarang warga ambil pipa di tempat saya. Tapi intinya mereka harus mengerjakan dulu penggalian baru boleh ambil pipa disini. Kalau saya berikan begitu saja, takutnya pengerjaan tidak dilakukan pipanya hilang,” tutupnya. (snd)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Gerak Cepat Bupati OKI Antisipasi Karhutla

Kayuagung, KoranSN Usai menghadiri rapat paripurna di DPRD OKI, Senin (16/7/2018) sore, Bupati OKI H ...

error: Content is protected !!