Pembantu dan Tetangga Korban yang Tewas Satu Keluarga di Vila Kebun Sirih Tak Dengar Suara Tembakan

Petugas Labfor Polda Sumsel saat membawa barang bukti usai olah TKP. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pembantu korban dan tetangga tidak mendengar suara tembakan maupun suara berisik dari kediaman Fransiskus Xaverius Ong alias Frans Amat (45), di Komplek Vila Kebun Sirih Blok A18 Kelurahan Bukti Sangkal Kalidoni Palembang.

Pagi harinya, barulah pembantu korban dan warga sekitar dikagetkan dengan penemuan jenazah Frans Amat dan istrinya Margaret Yenti Liana (40) serta dua anaknya Rafael (17) dan Kathlyn Fransiskus (11) yang ditemukan tewas di dalam kamar dengan kondisi luka tembak.

Dewi Safitri (28), pembantu rumah tangga korban, Rabu (24/10/2018) mengatakan, dirinya dan adiknya Sarah (20) bekerja dan tinggal di rumah korban sebagai pembantu rumah tangga. Malam sebelum para korban ditemukan meninggal dunia, dirinya dan adiknya tidak mendengar sama sekali suara tembakan dari dalam rumah korban.

“Kami tinggal di rumah ini, dan semalam kami tidak medengar sama sekali suara tembakan atau pun suara yang mencurigakan. Kami baru tahu para korban meninggal dunia pagi harinya, hingga kami langsung panik dan memberitahu warga sekitar,” ujar Dewi.

Sementara Firmansyah (42), warga setempat yang rumahnya persis bersebelahan dengan rumah korban mengatakan, malam hari sebelum para korban ditemukan tewas, dirinya dan keluarga tidak mendengar suara tembakan maupun suara berisik dari kediaman korban. Bahkan dirinya tidak menyangka jika korban Frans Amat pagi harinya sudah ditemukan tewas bersama istri dan dua anaknya.

Baca Juga :   Oknum Pegawai Honorer di Ogan Ilir Tertangkap Bawa Ribuan Butir Ekstasi

“Padahal semalam saya sempat ngobrol dengan korban Frans. Tidak ada kecurigaan sama sekali saat itu, setelah kami mengobrol lalu kami masuk ke dalam rumah masing-masing. Bahkan sepanjang malam hingga pagi hari kami tidak sama sekali mendengar suara tembakan maupun berisik dari rumah korban,” ungkapnya.

Masih dikatakan Frimansyah, rumah korban yang berlokasi tepat di sebelah rumahnya memang selain dijadikan tempat tinggal juga dijadikan kantor tempat usaha.

“Sudah lama korban dan keluarga tinggal disini, ada sekitar 5 tahun lebih. Selama ini korban dan keluarganya enak dan membaur dengan warga lainnya. Makanya kami tidak menyangka kejadian ini terjadi,” ungkapnya.

Alex (42), yang juga tetangga korban mengungkapkan, informasi yang diterimanya jika para korban tewas dengan luka tembak. Namun dirinya merasa heran lantaran sepanjang malam sebelum para korban ditemukan tewas ia dan keluarga tidak mendengar suara tembakan.

Baca Juga :   Sidang Kasus Dugaan Pengeroyokan Jaksa, JPU Tetap Pada Tuntutan

“Kami tidak dengar suara tembakan, bahkan tewasnya para korban kami ketahui pagi harinya, setelah pembantu korban keluar rumah lalu teriak minta tolong. Saat didekati warga, ternyata korban dan keluarga ditemukan telah meninggal dunia,” ujarnya.

Sedangkan Nanang (47), tetangga korban yang juga pegawai di perusahaan korban mengungkapkan, jika dirinya mengetahui para korban meninggal dunia pagi harinya setelah dua pembantu yang tinggal di rumah korban keluar rumah meminta tolong kepada warga.

“Saat itulah saya tahu jika korban dan keluarga sudah meninggal dunia hingga saya bersama warga lainnya mendatangi rumah korban. Rumah korban tersebut selain dijadikan tempat tinggal juga dijadikan tempat usaha serta kantor perusahaan milik korban dan saya bekerja di perusahaan tersebut,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Tahan Dirut PT PAL Budiman Saleh

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh …