Home / Politik dan Pemerintahan / Pembeli Pempek & Pecel Lele Bakal Kena Pajak 10 Persen

Pembeli Pempek & Pecel Lele Bakal Kena Pajak 10 Persen

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin, (foto-antaranews)

Palembang, KoranSN

Pemkot Palembang akan mengenakan pajak bagi pembeli pecel lele, pempek dan pedagang makanan lainnya sebesar 10 persen. Penerapan pajak tersebut dengan melihat omset pedagang per harinya, atau minimal pedagang yang omsetnya Rp 2-3 juta per hari yang akan dipasangkan alat pemungut pajak.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin, Senin (8/7/2019).

Sulaiman mengatakan, bagi tempat makan yang transaksinya tidak mencapai Rp 2-3 juta per hari, maka pembelinya tidak dibebankan untuk membayar pajak.

“Kita melihat omset dalam penarikan pajak ini, kalau transaksinya kurang dari Rp 2-3 juta per hari, maka tidak kita ambil,” katanya.

Ia mengungkapkan, penarikan pajak ini tidak akan mengurangi pendapatan pedagang, tapi akan dibebankan kepada pembeli. Artinya, tempat makan atau rumah makan itu dinamakan wajib pungut.

Baca Juga :   Rp 4 Miliar Untuk 20 Unit Mobil Samsat Keliling

Ia menjelaskan pajak tersebut ditarik menggunakan media digital tapping box seperti E-Tax yang dipasang di restoran-restoran.

“Pedagang tidak perlu khawatir, alat pemungut pajaknya akan dipasang sesuai sasaran bergantung dari omset perhari minimal Rp2 sampai Rp3 juta, nama alatnya itu NPos,” ujar Sulaiman.

Menurutnya, penarikan pajak tersebut masih bagian program E-Tax yang mendapat pendampingan langsung KPK RI untuk memaksimalkan pendapatan daerah sektor pajak.

Dengan NPos, kata dia, semua transaksi di lapak pedagang pecel lele, seafood dan lainnya dapat termonitor langsung oleh KPK yang uangnya langsung masuk ke rekening bank tertentu, sehingga tidak ada lagi kontak dengan Pemkot Palembang.

Baca Juga :   HD Apresiasi Kearifan Lokal Warga Bali di Sumsel

Saat ini pihaknya masih menggodok program tersebut dan akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Pemkot Palembang tengah menggenjot pendapatan daerah dari sektor pajak agar PAD Rp1,3 Triliun dapat tercapai di akhir tahun, salah satu upaya yang sedang berjalan yakni pemasangan tapping box di restoran, toko pempek dan rumah makan.

“Pajak 10 persen itu sebenarnya untuk pembeli dan tidak mengurangi pendapatan restoran,” lanjutnya.

Pemungutan pajak untuk restoran, rumah makan dan pecel lele tersebut berdasarkan Perda Nomor 84 Tahun 2018 yang menyebut pajak restoran pajak yang dikenakan bagi masyarakat yang makan di tempat, di bungkus atau take away maka dikenakan pajak 10 persen.

Sejauh ini, Pemkot Palembang telah memasang 400 unit tapping box di restoran dan rumah makan, ditargetkan hingga akhir 2019 akan terpasang hingga 1.000 unit. (awj/antara)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Hadiri IDF 2019, Herman Deru Harapkan Daerah Lebih Kreatif

Jakarta, KoranSN Indonesia Development Forum (IDF) Tahun 2019 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas RI bersama Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.