Home / Headline / Pembunuhan Pasutri di Tanjung Lago Banyuasin Libatkan Anak Angkat

Pembunuhan Pasutri di Tanjung Lago Banyuasin Libatkan Anak Angkat

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem ketika menggelar ungkap kasus pembunuhan di Mapolres Banyuasin. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Polres Banyuasin berhasil menangkap tiga tersangka sekaligus otak pembunuhan pasangan suami istri (Pasutri) Darkem dan Ishak di Desa Kualo Puntian Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Ketiga tersangka tersebut yaitu; Arnet (26), Hilman (30), dan Arpan (45).

Dengan tertangkapnya ketiga tersangka terungkap jika kasus pembunuhan korban melibatkan orang dekat. Sebab tersangka Arnet merupakan anak angkat kedua korban.

Tersangka Arnet ditangkap polisi saat berada di Pagaralam, sementara dua tersangka lainnya, Hilma dan Arpan ditangkap di Tanjung Lago Banyuasin.

“Tiga tersangka merupakan pelaku dan otak pembunuhan Pasutri yang terjadi di Desa Kualo Puntian Tanjung Lago. Kini ketiganya sudah diamankan,” kata Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem didampingi Kasubag Humas AKP Ery Yusdi, Kapolsek Tanjung Lago Iptu Kusnadi SH saat gelar ungkap kasus di Mapolres Banyuasin, Rabu (8/8/2018).

Dikatakan Yudhi, berdasarkan laporan polisi dengan No: LP/B-09/VII/2018/Sumsel/Res BA/Sek Tanjung Lago pada hari Sabtu (14/7/2018) pukul 23.00 WIB, kedua korban dibunuh di kediaman korban yang berlokasi di RT 05 Dusun II Parit 12 Afdeling IV Desa Kualo Puntian Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin.

Menurutnya, saat kejadian korban Darkem ditemukan tak bernyawa bersimbah darah di tempat tidur yang diselimuti kain dan sprei. Sementara untuk korban Ishak ditemukan tewas, Minggu (16/7/2018) pukul 11.00 WIB di depan gubuk yang berjarak 300 meter dari kediaman korban.

“Korban Ishak ditemukan tidak bernyawa ditutupi dengan atap daun Nipa yang ditemukan 300 meter dari Tempat Kejadian Perkara,” jelas Kapolres.

Dari olah TKP kata Kapolres, barang bukti yang saat itu berhasil diamankan yakni satu unit sepeda motor tanpa Nopol, satu batang kayu gelam sepanjang 1 meter dan uang tunai Rp 300.000.

“Dalam kasus ini ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 365 KUHP ayat 4,” tandasnya.

Sementara tersangka Arnet mengaku jika dirinya hanya menjadi korban atas ajakan tersangka Hilman dan Arpan.

“Saya hanya diperalat bang, nggak mau ikut saya diacam,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri (Pasutri), Ishak (60) dan Darkem (45), warga Desa Kuala Puntian Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin ditemukan tewas mengenaskan dengan luka bacokan senjata tajam (Sajam) dan hantaman benda tumpul. Kedua jenazah korban ditemukan di lokasi berbeda, awalnya Darkem ditemukan tewas di kamar rumahnya, sementara korban Ishak ditemukan tewas di sebuah gubuk yang jaraknya takjauh dari rumah korban.

Dalam kasus ini pelaku membunuh kedua korban dengan sadis, dimana untuk korban Darkem tewas setelah dibekap dengan bantal dan selimut lalu korban dibacok, sedangkan korban Ishak tewas dengan luka benturan benda tumpul. Jenazah kedua korban ditemukan warga dan perangkat desa setelah curiga melihat rumah yang juga dijadikan warung milik korban selalu tertutup.

Usai menemukan jenazah korban, barulah warga melaporkannya ke pihak kepolisian kemudian jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi.

Meri (34) yang merupakan anak korban, Senin (16/7/2018) mengatakan, kedua korban tinggal di rumah tersebut hanya berdua, sebab ia dan saudaranya yang lain saat ini sudah berkeluarga hingga berdomisili di Muara Enim dan Palembang.

“Kami ini ada enam saudara, saya anak pertama. Karena saya dan adik-adik sudah berkeluarga makanya kami pisah dengan bapak dan ibu. Di rumah tersebut, kedua almarhum baru sekitar 10 bulan tinggal di sana sambil membuka usaha warung manisan, kalau sebelumnya bapak dan ibu kesehariannya bertani di kawasan Jalur Banyuasin,” katanya berlinangan air mata saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Masih dikatakannya, jika ia dan pihak keluarga mendapatkan kabar duka tewasnya kedua korban dari warga dan perangkat desa tempat kedua korban tinggal.

“Awalnya, ibu ditemukan meninggal dunia di dalam kamar, kemudian keesokan harinya ayah juga ditemukan meninggal dunia di pondok di dekat rumah. Dari kejadian itu, barang-barang berharga dan uang milik orang tua saya tidak hilang, hanya rokok di warung saja yang hilang. Sementara untuk sepeda motor memang sempat dibawa pelaku, namun motor tersebut kini telah ditemukan warga tak jauh dari rumah almarhum bapak,” ujarnya.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kompol, dr Wahano Edhi P didampingi Dokter Forensik, dr Mansuri mengungkapkan, hasil otopsi kedua korban tidak dapat disampaikannya secara rinci lantaran hanya untuk kepentingan penyelidikan.

“Tapi memang di jenazah kedua korban terdapat luka cukup serius di bagian kepala, dimana pada korban Ishak ada luka hantaman benda tumpul sementara korban Darkem ada luka bekas senjata tajam. Hasil otopsi juga diketahui jika korban tewas diperkirakan sudah sekitar 4 atau 5 hari yang lalu, sebab saat ini jenazah korban sudah mengalami kerusakan,” ujarnya. (sir/ded)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Tim Elang Ringkus Pencuri Sepeda Motor di PALI

PALI, KoranSN Tim Elang Polsek Talang Ubi berhasil meringkus Suparno alias Nyunyuk (29), warga Desa ...

error: Content is protected !!