Home / Gema Sriwijaya / Pembunuhan Satu Keluarga di Lahat: Korban Dianiaya, Diseret, Ditusuk dan Dibacok Senjata Tajam

Pembunuhan Satu Keluarga di Lahat: Korban Dianiaya, Diseret, Ditusuk dan Dibacok Senjata Tajam


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Soesilo Pradoto bersama Tim DVI dan Dokter  Forensik RS Bhayangkara Palembang usai melakukan otopsi.(Foto-Dedy/Koransn)
Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Soesilo Pradoto bersama Tim DVI dan Dokter
Forensik RS Bhayangkara Palembang usai melakukan otopsi.(Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN
Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Soesilo Pradoto, Jumat sore (17/6/2016) mengatakan, dari hasil autopsi sementara terhadap ketiga jenazah yang ditemukan di kawasan Buay Madang Timur OKUT, diketahui di tubuh ketiga korban terdapat luka- luka penganiayaan benda tumpul dan luka sayatan senjata tajam (sajam).

“Jadi, sebelum korban meninggal dunia. Ketiga korban sempat dianiaya. Lalu, ada luka seretan di tubuh korban yang artinya korban juga sempat diseret. Kemudian di tubuh belakang para korban didapati luka tusuk-tusuk senjata tajam,”katanya.

Baca Juga :   PNS Disbudpar Sumsel Tewas Tergilas Truk

Selain itu, lanjut Soesilo, di kepala para korban juga ada luka benturan benda tumpul hingga menyebabkan korban pendarahan di otak. Bahkan di kepala ketiga korban juga terdapat luka sayatan senjata tajam yang merupakan luka bacokan.

“Dari ketiga jenazah, salahsatu jenazah didapati luka sayatan senjata tajam sebesar 4 Cm di tubuh belakang hingga luka sayatan tersebut tembus ke paru-paru. Selain itu, tulang rusuk korban juga ada yang patah. Sedangkan untuk jenazah yang wanita, lehernya nyaris putus akibat sayatan senjata tajam. Sementara mengenai informasi jika korban perempuan hamil, itu tidaklah benar. Sebab hasil otopsi korban sedang tidak hamil,” papar Soesilo.

Menurutnya, untuk kejadian pembunuhan korban diduga ketiga korban dibunuh, pada Minggu malam (12/6/2016).

Baca Juga :   Rutan Kelas IIB Tanam 50 Pohon Mahoni

Hal itu dikarenakan darah korban sudah mengering dan berwarna hitam. Selain itu tubuh ketiga korban telah mengalami pembusukan.

“Saat ini kita masih terus melakukan pendalaman atopsi guna mendalami luka-luka di tubuh korban yang hasilnya akan digunakan penyidik untuk mengungkap pembunuhan ketiga korban,” tutupnya.

Diketahui, Giarno (30), pedagang bakso di Lahat bersama isterinya Siswanti (30), dan anaknya Reza Bagus Oratama (9), ditemukan tergeletak tewas bersimbah darah di perkebunan sawit perbatasan antara Desa Sribulan dan Desa Sukajaya Kecamatan Buay Madang Timur OKUT, Kamis (16/6/2016).

Diduga pelaku sengaja membuang ketiga korban di lokasi tersebut. Usai jenazah korban ditemukan, polisi langsung mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan atopsi. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ketua Waria Palembang Digorok Usai Bercinta, Pelaku Tertangkap di Lubuklinggau

Palembang, KoranSN Muhammad Jagad (30), tersangka kasus pembunuhan Ketua Organisasi Waria Kota Palembang, yakni korban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.