Pembunuhan Satu Keluarga di Vila Kebun Sirih, Frans Sempat Buat Video Minta Maaf

Tim Labor Forensik Polda Sumsel melakukan olah TKP dan mencari barang bukti di rumah korban. (Foto-Ferdiannd/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisan bukan hanya menemukan bukti hutang usaha Rp 8,9 miliar dari laptop milik Fransiskus Xaverius Ong alias Frans Amat (45), yang merupakan penembak mati istrinya Margaret Yenti Liana (40) serta dua anaknya Rafael (17) dan Kathlyn Fransiskus (11).

Namun dari laptop tersebut, polisi juga menemukan rekaman video yang dibuat Frans di TKP yakni di rumahnya di Komplek Vila Kebun Sirih Blok A 18 Kelurahan Bukti Sangkal Kalidoni Palembang. Dimana dalam video tersebut Frans meminta maaf sebelum dia mengeksekusi isteri dan kedua anaknya lalu Frans bunuh diri.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Senin (29/10/2018) mengatakan, video tersebut dibuat Frans sebelum penembakan terjadi.

“Video itu kami temukan di laptop pribadi Frans yang diamankan dari TKP. Video itu dibuat Frans pada pukul 00.46 WIB dini hari, atau sebelum Frans menembak istri dan kedua anaknya,” katanya.

Masih dikatakan Kapolda, dalam video tersebut Frans mengucapkan permintaan maaf, sama seperti pesan yang ditulis Frans di dua kertas yang ditemukan polisi di TKP.

Baca Juga :   Sakban, Begal Motor Sadis yang Menembak korbannya Warga Tri Jaya Mura Diringkus

“Adapun kata-kata yang diucapkan Frans dalam video tersebut diantaranya seperti ini, “Saya tidak rela meninggalkan kedua anak dan istri, sebab kami akan bertemu kembali dikehidupan nanti. Saya tidak bisa meninggalkan mereka karena itu sangat berat, maafkan saya, maafkan saya, maafkan saya,” Begitulah perkataan Frans dalam video tersebut, dia sempat meminta maaf sebanyak tiga kali,” ungkap Kapolda.

Lanjut Kapolda, selain menemukan video tersebut, di dalam laptop Frans juga ditemukan bukti pengakuan hutan. Untuk itulah motif tewasnya para korban diketahui karena Frans memiliki hutang usaha serta diminta istrinya bercerai.

“Frans ini tertekan, karena dia ada hutang usaha senilai Rp 8,9 miliar selain itu istrinya minta dicerai. Inilah yang menjadi motif Frans menembak istri dan dua anaknya, kemudian dia bunuh diri,” tutup Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Fransiskus Xaverius Ong alias Frans Amat dan istrinya Margaret Yenti Liana serta dua anaknya Rafael dan Kathlyn Fransiskus ditemukan tewas di kediaman mereka, Rabu pagi (24/10/2018) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan keempat korban tewas dengan luka tembak di bagian kepala.

Baca Juga :   Bawa Narkoba, Lucky Ditangkap Polisi

Tewasnya para korban ini pertamakali diketahui oleh kedua pembantu di rumah tersebut, mereka yakni; Dewi Safitri (28) dan Sarah (20). Mengetahui para korban tewas membuat kedua pembantu korban berteriak ke luar rumah meminta tolong warga sekitar, hingga akhirnya polisi mendatangi lokasi kejadian lalu mengevakuasi keempat jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Sementara pihak kepolisian yang melakukan olah TKP menemukan sejumlah barang bukti yang diantaranya senjata api jenis revlover, selonsong peluru. Bukan hanya itu dari kediaman korban juga ditemukan dua kertas berisi pesan yang bertuliskan, “Aku sudah sangat lelah, maafkan aku. Aku sayang dengan anak dan istriku, Choky dan Snowy. Aku tak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini”. Diketahui jika Choky dan Snowy merupakan anjing peliharaan korban yang ditemukan tewas di dalam bak kamar mandi. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Joko Tjandra Akan Jalani Sidang Perdana 2 November 2020

Jakarta, KoranSN Terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra akan segera menjalani sidang perdana …