Senin , Desember 17 2018
Home / Headline / Pembunuhan Security PT Lonsum di Lahat Seret Empat Tersangka

Pembunuhan Security PT Lonsum di Lahat Seret Empat Tersangka

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap oknum kepala desa (Kades) Suka Makmur, Risansi alias Anggok (kenakan peci putih) dan tersangka Najamudin, Herliansyahdan, Yandri. Para tersangka ini diringkus terkait kasus pembunuhan security PT Lonsum, yakni Ristal Alam (27). (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Bentrok permasalahan sengketa lahan antara warga SP 3 Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat dengan PT London Sumatera (Lonsum) yang berujung tewasnya security PT Lonsum, yakni Ristal Alam (27) menyeret empat tersangka termasuk oknum kepala desa (Kades) setempat.

Keempat tersangka tersebut yakni; Najamudin (46), warga SP 3 Palem Baja Desa Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang Lahat, Herliansyah (29) warga Desa Tanah Pilih Kecamatan Gumay Talang Lahat, Yandri (35) warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Gumay Talang Lahat dan Risansi alias Anggok (48), yang merupakan oknum Kades Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang Lahat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Suryanto didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Yoga Baskara, Rabu (26/9) mengatakan, keempat tersangka ditangkap terkait kasus bentrok di Lahan PT Lonsum di Kabupaten Lahat yang mengakibatkan seorang security tewas usai dibacok dan ditusuk senjata tajam. Dari keempat tersangka awalnya polisi menangkap tersangka Najamudin, Herliansyah dan Yandri yang ketiganya memiliki peran menganiaya korban hingg tewas di lokasi kejadian.

“Setelah tersangka Najamudin, Herliansyah dan Yandri ditangkap kemudian kami melakukan pengembangan hingga akhirnya kami menangkap tersangka Risansi alias Anggok yang merupakan oknum Kades Suka Makmur. Dalam kasus tersebut oknum Kades ini berperan sebagai provokator, karena sudah memprovokasi warga,” jelas Budi saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel.

Masih dikatakan Budi, kasus sengketa lahan antara warga dan PT Lonsum di Kabupaten Lahat memang sudah lama terjadi. Dimana di lokasi perkebunan kelapa sawit tersebut ada blok lahan yang diklaim milik masyarakat. Namun dikarenakan saat kejadian di lahan yang disengketakan itu sedang ada kegiatan panen sawit oleh pegawai PT Lonsum dan dijaga pihak securiy, sehingga terjadilah bentrok tersebut.

“Tak lama kemudian datang tersangka Najamudin, Herliansyah dan Yandri bersama sejumlah warga. Kedatangan mereka melarang pihak perusahaan memanen sawit, karena menurut warga lahan itu merupakan lahan orang tua mereka yang hingga kini masih konflik dan belum dibayar ganti rugi lahan oleh pihak perusahaan. Namun saat kejadian, dari sejumlah warga yang datang ke lokasi hanya tersangka Najamudin, Herliansyah dan Yandri yang terlibat kontak fisik dengan security, akibatnya ketiga tersangka ini menganiaya korban dengan pisau dan golok hingga korban tewas usai ditusuk dan ditikam,” katanya.

Baca Juga :   Lagi, JA Diperiksa Sebagai Tersangka

Lanjut Budi, selain menangkap para tersangka dalam kasus ini pihaknya juga mengamankan barang bukti senjata tajam (Sajam) jenis samurai, golok dan pisau.

“Kini keempat tersangka sudah kami tahan di Polda Sumsel guna dilakukan proses hukum. Dalam kasus ini, para tersangka kami jerat dengan Pasal 170 KUHP. Selain itu kami juga akan mengarahkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencananya,” tegas Budi.

Sementara tersangka Najamudin mengatakan, saat kejadian dirinya menusuk perut korban dengan pisau. Hal itu dilakukannya karena saat ia melarang pegawai perusahaan memanen sawit, dirinya dianiaya oleh korban dan security lainnya.

“Saat itu di lokasi sedang ramai, sebab ada pegawai yang sedang memanen dan juga banyak security berjaga. Sementara dari warga, jumlahnya juga banyak tapi warga lainnya hanya melihat-melihat saja saat saya bersama dua adik ipar saya, Herliansyah dan Yandri ribut dengan security. Keributan itu terjadi karena saat saya melarang mereka memanen, korban memegangi tangan saya yang sedang memegang samurai, kemudian teman-teman korban lainnya memukuli kepala saya pakai tongkat. Karena emosi maka saya menikam perut koban sebanyak satu kali dengan pisu, setelah itu korban juga dibacok oleh Herliansyah,” ungkapnya.

Menurutnya, dirinya nekat melakukan hal tersebut karena di lahan tersebut ada sekitar 5 hektare lahan yang merupakan lahan miliknya.

“Dulu pemerintah memberikan lahan itu kepada kami sebab lahan tersebut merupakan lahan untuk transmigrasi. Kemudian sekitar tahun 2003 pihak perusahaan melakukan perjanjian dengan warga jika lahan tersebut akan ditanami kelapa sawit, dengan janji perusahaan akan memberikan uang ganti rugi kepada warga. Akan tetapi, sampai kini saya belum menerima uang ganti rugi tersebut,” tandasnya.

Sedangkan tersangka Herliansyah mengungkapkan, saat menganiaya korban dirinya berperan membacok korban dari belakang. Hal itu dilakukannya setelah melihat kakak iparnya yakni Najamudin dipegangi dan dipukuli oleh pihak security.

“Awalnya saya mendekat untuk membantu kakak ipar saya namun kepala saya langsung dipukul pakai tongkat. Tak lama kemudian dari arah belakang saya membacok bahu belakang korban sebanyak satu kali. Setelah itu korban terjatuh, sedangkan teman-teman korban lainnya langsung bubar dari lokasi,” ungkapnya.

Baca Juga :   Polda Metro Tangkap 29 WN Tiongkok

Ditambahkan tersangka Yandri, jika saat kejadian dirinya hanya memegang senjata tajam jenis golok menakuti sejumlah security yang merupakan teman dari korban.

“Saat itu saya melihat kakak ipar saya dan soudara saya yakni Herliansyah dipukuli dan dipegangi makanya saya kibas-kibaskan golok hingga para security tersebut ketakutan. Usai kejadian kami ditangkap saat sedang berada tak jauh dari lokasi kejadian,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Lahat membacakan SK Bupati Lahat, yang membuka portal lahan seluas 303 hektar oleh warga di Desa Suka Makmur. Dengan demikian, lahan berupa perkebunan kelapa sawit itu kini kembali dikelola PT Lonsum. Selanjutnya, pihak perusahaan melakukan pemanenan di kebum tersebut.

“Kompensasi telah diberikan, tentu warga eks transmigrasi SP III Desa Suka Makmur tidak akan menuntut lagi lahan usaha II kepada PT Lonsum dan Pemkab Lahat,” tegas Ketua Tim Identifikasi dan Verifikasi Penanganan Sengketa Tanah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PR-KPP) Kabupaten Lahat, Nazarudin Effendi.

Menurutnya, SK Bupati Lahat nomor 196/KEP/III/2012 tentang penyelesaian permasalahan lahan usaha II warga eks transmigrasi SP III BM V/B Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang, sebenarnya telah diselesaikan.

Perkebunan itu telah dikuasai masyarakat sejak tahun 2012 yang lalu. Kemudian, ada penyelesaian namun muncul kembali permasalahan di tahun 2014, masyarakat kembali mengklaim lahan itu milik mereka.

“Jika ada permasalahan, silahkan masyarakat bernegosiasi dengan membawa bukti-bukti terkait klaim lahan yang ada dan menyelesaikan secara hukum. Kita bacakan SK Bupati Lahat ini sesuai aturan” jelasnya.

Sementara Kades Suka Makmur Risansi saat itu mengungkapkan jika masyarakat Desa Suka Makmur tetap tidak terima pembukaan portal lahan, yang memperolehkan PT Lonsum panen tandan buah segar kelapa sawit.

“Apa yang dilakukan Pemkab Lahat, PT Lonsum termasuk Polres Lahat, sudah melanggar kesempatan mediasi. Kami minta hentikan panen ini. Semua harus jelas dulu, tunjukkan mana lahan eks transmigrasi,” tegas Risansi.

Terpisah Lawyer PT PP Lonsum Tbk, Agus Effendi menegaskan, tidak akan membuka pintu mediasi.

“Kita siap menunggu mereka (warga) ke ranah hukum. Semua proses penyelesaian terhadap warga telah dilakukan pihak perusahaan. Ini memang hak PT Lonsum yang telah dikuasai warga sejak lama,” katanya. (ded/rob)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Kapolda Minta Hakim Hukum Mati Acun & Ridwan Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, berkas perkara Acundra alias Acun dan ...

error: Content is protected !!