Sabtu , Januari 19 2019
Home / Dari Desa ke Desa / Pemdes Maur Baru Adakan Musrenbangdes

Pemdes Maur Baru Adakan Musrenbangdes

Persatuan Jaksa Indonesia
Tampak Musrenbangdes Maur Baru sedang berlangsung. (Foto-Sunardi/KoranSN)

Muratara, KoranSN

Pemerintah Desa (Pemdes) Maur Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengadakan Musyawarah Rembuk Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa, Selasa (25/12/2018).

Acara berlangsung di lapangan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Desa Maur Baru, dibuka oleh Camat Rupit, Asmaun dihadiri oleh Anggota DPRD Muratara, M Ruslan, pendamping desa, pendamping kecamatan, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, ibu ibu PKK dan sejumlah masyarakat Desa Maur Baru.

Camat rupit, Asmaun mengatakan, Musrenbang ini adalah fokus untuk pembangunan pada tahun 2020 mendatang.

“Kalau untuk pengajuan usulan pembanguna untuk tahun 2019, sudah diputuskan pada musrenbang tahun 2018 ini,” kata Camat.

Lanjut Camat, pihaknya sangat mendukung sekali apa yang menjadi prioritas usulan pembangunan Desa Maur Baru.

“Kepada masyarakat Desa Maur Baru agar dapat menjaga keamanan desa kita, terutama dari penyalahgunaan narkoba,” ajaknya.

Baca Juga :   Bupati Dodi Gencarkan Muba Mengaji

Ia menyarankan kepada masyarakat agar setiap usulan yang ada dipersilahkan dari setiap Kadus, nanti usulan tersebut akan ditampung dan akan dibahas pada musrenbang ditingkat Kecamatan dan Kabupaten.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Musrenbang desa saya nyatakan dibuka,” ucapnya.

Sementara itu Anggota DPRD Muratara, Muhammad Ruslan mengatakan, seharusnya Musrenbang ini harus melalui Musyawarah Rembuk Pembangunan Dusun (Musrenbangdus) dulu, setelah itu baru dibawa ke Musyawarah Rembuk Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tapi tidak apa, karena ini sudah terjadi.

“Hari ini saya mengingatkan kembali bahwa pembangunan infrastruktur lebih mudah dari pada pembangunan moral, saya menyarankan ayo kita membangun. Jangan hanya melihat saja, tapi kita lakukan,” katanya.

Lanjut M Ruslan, pembangunan tidak hanya sarana fisik saja namun pembangunan bisa disektor ekonomi. Ia mencontohkan, jika satu hektar tanah ditanami seribu batang pohon aren, di dalam sebatang pohon aren menghasilkan nira satu liter saj maka seribu batang pohon aren akan menghasilkan seribu liter nira.

Baca Juga :   Muratara Masih Kekurangan 7 Ribu ASN

“Kalau seribu liter nira tersebut kita masak menjadi gula merah, akan menghasilkan satu kwintal gula merah. Kalau harga gula merahnya Rp 10 ribu rupiah saja perkilogramnya maka dalam sehari kita menghasilkan uang sebesar satu juta rupiah, bayangkan kalau kita produksinya dalam sebulan, berapa penghasilan yang kita dapatkan,” ungkapnya.

Kepala Desa (Kades) Maur Baru Kecamatan Rupit, Adi Karel Kareli membenarkan jika pihaknya mengadakan Musrenbang tingkat Desa. Dari hasil Musrenbangdes ada beberapa usulan dari masyarakat desa.

“Ada yang mengusulkan untuk membuat plapon dan menara masjid, ada juga yang mengusulkan untuk pelebaran jembatan gantung. Ada juga yang minta bangun jalan setapak, kerambah ikan, pagar kawat, Poskamling, siring sawah dan masih banyak lagi usulan dari masyarakat yang tidak bisa saya sebutkan, termasuk usulan dari dewan guru, ibu ibu PKK serta dari pemangku adat desa,” pungkasnya. (snd)

Hotel Grand Inna Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Pembangunan Pasar Agropolitan Center Tidak Diminati Pedagang

Musirawas, KoranSN Pembangunan pasar di Kompleks Agropolitan Center Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas telah rampung ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.