Home / Politik dan Pemerintahan / Pemekaran Palembang Ulu Harus Ada Studi Kelayakan

Pemekaran Palembang Ulu Harus Ada Studi Kelayakan

Palembang, KoranSN

Keinginan sebagian masyarakat Kota Palembang untuk memekarkan Kota Palembang menjadi dua, yakni Kota Palembang dan Kabupaten Palembang Ulu, harus melalui studi kelayakan terlebih dahulu yang melibatkan akademisi, tokoh masyarakat dan ulama.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Sumsel, Muhammad Yansuri, Rabu (12/6/2019).

“Kalau itu sudah siap, kenapa tidak didukung, harus, malahan jadi baik,” ujarnya.

Menurutnya, rencana pemekaran Palembang Ulu menjadi daerah otonomi baru (DOB) sudah sejak lama diwacanakan. Namun, hal itu harus dipersiapkan dengan matang, jangan sampai setelah dimekarkan, masih ‘menyusu’ ke daerah induknya.

“Kalau kita punya anak kita harus yakin, bisa dak anak kita dewasa, begitu dia memisahkan diri. Berumah tangga dia harus punya dapur sendiri, dia harus punya kehidupan sendiri, kalau dia terpisah tapi masih makan di rumah kito tidak mendidik,” ujar Yansuri.

Baca Juga :   Wagub Mawardi: Saya Akan Stretching OPD

Yansuri belum bisa berpendapat dengan potensi yang dimiliki Palembang Ulu, apakah daerah itu layak atau tidak untuk dimekarkan.

“Penghasilan di sana harus jelas dulu, kalau kabupaten kota masih enak bisa tarik investor untuk pertanian, perkebunan, kehutanan dan sebagainya, kalau di kota ini jasa, pajak kendaraan bermotor, mungkin tidak itu, kalau soal keamanan tidak masalah, jumlah penduduk tidak masalah, fasilitas lain sudah sangat memadai tapi untuk income harus di pelajari tentu orang-orang ahli,“ katanya.

Sebelumnya, Presidium Persiapan Pembentukan Kabupaten Palembang Ulu (P3KPU) yang diketuai Suparman Romans menargetkan Palembang Ulu sudah terbentuk pada tahun 2020 mendatang.

Menurutnya, persyaratan Palembang Ulu untuk menjadi DOB sudah sangat lengkap, baik syarat administrasi, maupun ditinjau dari sisi demografi, sumber daya manusia, sumber daya pendapatan maupun jumlah penduduk, termasuk Palembang Ulu saat ini sudah memiliki lima kecamatan, yakni Kecamatan SU 1, SU 2, Kertapati, Jakabaring, dan Kecamatan Plaju.

Baca Juga :   Hutang Pemprov Hampir RP 1,3 Triliun

“Target kita tahun 2020 mendatang sudah terbentuk, oleh karena itu kita kejar waktunya, tim kita yang telah melakukan kajian untuk menyusun naskah akademik, sekarang sedang gerilya menghimpun dan merekrut tokoh-tokoh nasional yang kompeten di dalam pemekaran wilayah,” ungkap Suparman.

Ia mengatakan, dengan dilakukannya pemekaran Palembang Ulu dari Kota Palembang diyakini permasalahan perkotaan, seperti masalah ketenaga kerjaan maupun kemiskinan yang masih dirasakan sebagian masyarakat Palembang Ulu akan dapat diatasi.

“Harapannya hanya satu, masyarakat satu suara dengan gerakan ini. Gerakan ini bukan berdasarkan kepentingan politik tapi ini gerakan moral melalui langkah-langkah konstitusional yaitu dengan membentuk Kabupaten Palembamg Ulu,” pungkas Suparman. (awj)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Gantada: Harus Kritis Awasi Tugas dan Fungsi Dewan

Palembang, KoranSN Menjelang berakhirnya masa jabatan DPRD Sumsel periode 2014-2019, Ketua DPRD Sumsel M. Aliandra …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.