Pemerintah Diminta Tak Bagi-bagi Saham Blok Mahakam

Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara
Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara

Jakarta – Indonesian Resources Studies (IRESS) meminta pemerintah segera membatalkan rencana penyerahan 30 persen saham Blok Mahakam kepada PT Total E&P Indonesia dan Inpex Corporation.

Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara mengatakan, pembagian saham 30 persen ke kedua perusahaan asing tersebut akan mengurangi kesempatan bagi PT Pertamina untuk memperoleh keuntungan maksimal hingga 100 persen.

“Sebaliknya pemerintah dituntut untuk segera menyerahkan 100 persen saham Mahakam kepada Pertamina,” kata Marwan, di Jakarta, Senin (22/6/2015).

Menurut dia, dengan menjadi pemegang saham mayoritas tunggal Mahakam maka Pertamina akan menjadi penghasil migas terbesar di Indonesia.

Baca Juga :   KPK Sebut Imam Nahrawi Tidak Kooperatif Selama Persidangan

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sehingga perannya sebagai pendukung utama ketahanan energi nasional dapat terwujud.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri ESDM Sudirman Said telah memutuskan jika Pertamina bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hanya diberi 70 persen saham Blok Mahakam. Sementara 30 persen sisanya dibagi merata kepada Total dan Inpex.

Pertamina telah ditunjuk sebagai operator Blok Mahakam sejak Januari 2018. Sedang pemberian saham kepada Total dan Inpex didasari keinginan pemerintah untuk memberi apresiasi kepada operator existing yang sudah menunjukkan kinerja baik dan komitmennya untuk berinvestasi. (Pew/Nrm/net)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Pakar: “E-voting” Belum Bisa Dilakukan Pada Pilkada 2020

Semarang, KoranSN Pakar keamanan siber dan komunikasi CISSReC Doktor Pratama Persadha menyatakan pemberian suara untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.