Pemkab Tabanan Tutup Fasilitas Publik Akibat COVID-19 Meningkat

Sejumlah warga dengan alat pelindung dan masker di wajahnya berjalan di pinggir danau saat turut berkunjung pada pembukaan objek wisata Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali. (Foto-Antara)

Tabanan, KoranSN

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Bali, kembali menutup fasilitas publik di wilayahnya untuk sementara waktu akibat kasus COVID-19 meningkat.

“Kasus penyebaran COVID-19 di Tabanan kian hari kian meningkat dengan penularan terbanyak dari transmisi lokal,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Tabanan, Putu Dian Setiawan, di Tabanan, Jumat.

Untuk mewaspadai kasus penyebaran makin meningkat, maka objek wisata, kafe, atau restoran, dan fasilitas publik lainnya, ditutup sesuai Peraturan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Nomor 10 Tahun 2020 tentang Paket Kebijakan Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19.

Baca Juga :   Dispar Malut Bahas Persiapan Napak Tilas Magelhaens

Dalam peraturan bupati yang ditindaklanjuti oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan itu, ia mengaku keputusan untuk melakukan penutupan fasilitas publik itu akhirnya ditempuh, karena kasus transmisi lokal COVID-19 yang semakin tinggi.

“Penutupan dan penghentian sementara kegiatan masyarakat di Tabanan bertujuan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 di daerah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan penutupan fasilitas umum akan dikembalikan seperti sediakala bila kasus penyebaran COVID-19 di Tabanan menurun.

Hingga kini kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Tabanan mencapai 497 orang dengan 100 pasien di antaranya masih menjalani perawatan.

Baca Juga :   Objek Wisata Lembah Cinta Lubuklinggau Menyatu dengan Alam

Secara terpisah, pemilik restoran di Kabupaten Tabanan, Agus Prianta, menjelaskan kondisi saat ini membuat usahanya cukup terpukul, karena restoran miliknya sempat tutup total pada awal masa pandemi di Tabanan.

“Sampai saat ini meski pandemi masih terjadi di Tabanan, saya masih bisa berjualan dengan menerapkan protokol kesehatan, disyukuri saja, meski omzet penjualan turun hingga 75 persen,” ucapnya. (Antara/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Sidoarjo Kembangkan Wisata Religi Makam Dewi Sekardadu

Sidoarjo, KoranSN Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jatim melakukan pengembangan wisata religi di makam Dewi Sekardadu yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.