Home / Gema Sriwijaya / Pemkot Lubuklinggau Gelar Pasar Murah dan Bazar Pangan 2018

Pemkot Lubuklinggau Gelar Pasar Murah dan Bazar Pangan 2018

Sekda Kota Lubuklinggau, H.A.Rahman Sani meninjau salah satu stand usai membuka Pasar Murah dan Bazar Pangan 2018. (foto-istimewa)

Lubuklinggau, KoranSN

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1439 Hijriah, Pemkot Lubuklinggau menggelar Pasar Murah dan Bazar Pangan 2018.

Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Eks Kompi Taba Pingin dan dibuka langsung oleh Sekda Kota Lubuklinggau, H A Rahman Sani, Selasa (15/5/2018).

Menurut Rahman, diadakannnya Pasar Murah dan Bazar Pangan 2018 ini, salah bentuk kepedulian pemerintah pusat untuk meringankan beban masyarakat khususnya lagi bagi umat Islam memasuki bulan Ramadhan.

“Kegiatan ini salah satu bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat,“ ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Lubuklinggau, Dediyansah mengatakan, kegiatan ini menindaklajuti program yang dicanangkan Pak Presiden. Bahwa Presiden kepingin bahwa mengenai pangan dalam rangka hari besar keagaamaan nasional ini stabil.

“Karena kebiasaan masyarakat kita ini kalau dihari besar keagamaan beli cabai biasanya satu kilo atau empat kilo, takut kalau nantinya cabai itu mahal nantinya,” ujar Dedi.

Diharapkan pemikiran tersebut jangan sampai terjadi. Masyarakat diharapkan agar membeli barang kebutuhan pokok sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Karena kalau terjadi, maka akan terjadi kelangkaan dari komoditi pangan. Kondisi itu ada lembaga yang menanganinya yakni Bulog.

“Bulog dikasih tanggung jawab besar bahwa bulog punya kewenangan untuk menstabilkan harga itu,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel.

Muslim mengatakan bahwa stok untuk beras cukup. Indikatornya karena kita tetap disuplai. Jadi kalau gudang kurang dari 3 ton, harus segera minta. Artinya masyarakat tidak usah khawatir.

“Kita itu produksi menurut hitungan BPS surplus kita 2,3 juta ton beras. Kebutuhan kita sebulan sekitar 800 ribu, jadi masih banyak, beras kita cukup,” jelasnya.

Selain itu, minyak goreng Sumsel juga sangat cukup. “Kita tahu untuk Sumsel itu merupakan salah satu daerah yang perkebunan sawitnya cukup luas dan dikita juga ada pabrik-pabrik minyak yang siap disuplai,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengenai kenaikan harga dibulan puasa, pihaknya mengaku itu dipicu oleh banyaknya permintaan. “Kebutuhan kita sama dengan hari biasa. Tetapi yang memicu itu kalau kebutuhan ramadhan itu event-event masyarakat kalau ramadhan ada bubar, ada acara memberikan bantuan ke panti, itu juga menimbulkan banyaknya permintaan,” jelasnya.

Diterangkannya, kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan. “Kecuali kayak daging, pemerintah sudah siap, bulog sudah siap. Kita di rpovinsi punya mitra-mitra yang suplier daging,” pungkasnya.

Pantauan Suara Nuasantara, sejumlah stand dilapangan eks kompi Lubuklinggau diserbu pengunjung yang ingin membeli kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dengan harga murah mulai beras, gula, terigu, minyak goreng, bawang, cabai, telur dan adapula gas elpiji.

Stand tersebut dalam rangka meramaikan kegiatan apel siaga pangan dalam rangka hari besar keagamaan (HBKN) Lubuklinggau yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Lubuklinggau. Kegiatan hanya berlangsung sehari. (rif)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Si Jago Merah Hanguskan 6 Bedeng Milik Warga Dempo Reokan Pagaralam

Pagaralam, KoranSN Warga Dusun Dempo Reokan Kelurahan Pagaralam Kecamatan Pagaralam Utara heboh saat si jago ...

error: Content is protected !!