Pemkot Payakumbuh Tutup Tempat Wisata

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Andiko Jumarel. (foto-antaranews)

Payakumbuh, KoranSN

Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menutup seluruh tempat wisata dan tidak menerima kunjungan wisata dari luar daerah sampai waktu yang belum ditentukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19.

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Andiko Jumarel di Payakumbuh, Kamis, mengatakan sebenarnya dalam pekan ini sudah ada siswa dari provinsi lain yang ingin berkunjung ke Payakumbuh, namun ditolak dan diminta untuk diundur.

“Saya ditelpon oleh pihak sekolah dari Sumatera Utara, karena ada 200 pelajar yang ingin berkunjung ke sini. Tentu kita tidak bisa menerima kunjungan untuk saat ini melihat kondisi yang ada,” ujarnya.

Apalagi, saat ini pihaknya juga telah menutup tempat-tempat wisata yang ada di daerah tersebut, khususnya bagi tempat wisata yang menarik retribusi.

Baca Juga :   Menteri Pariwisata Nyatakan Kebakaran Lahan Belum Ganggu Pariwisata

“Ada dua tempat wisata kita yang ditarik retribusinya, yakni Puncak Marajo dan kolam renang Ngalau Indah. Kita sudah tutup dari dua hari yang lalu (Selasa),” kata dia.

Untuk kolam renang sendiri pada hari biasa atau hari kerja, rata-rata jumlah kunjungan mencapai seratus orang setiap harinya. Dan meningkat drastis pada hari libur.

“Puncak Marajo kunjungannya cukup besar setiap harinya. Jadi menyikapi isu Corona yang ada saat ini, kita tutup seluruh tempat wisata kita,” ujarnya.

Penutupan kolam renang ini juga berlaku bagi atlet yang akan memanfaatkan kolam renang tersebut untuk berlatih. Setelah itu, Pemkot Payakumbuh juga menutup kawasan Batang Agam yang saat ini tengah menjadi daya tarik baru.

“Pimpinan juga telah menginstruksikan untuk menutup kawasan Batang Agam yang saat ini ramai,” katanya
Pada kesempatan itu, Andiko juga mengimbau warga Payakumbuh untuk mengurangi aktivitas di tempat-tempat wisata yang tidak berbayar yang ada di daerah di daerah tersebut.

Baca Juga :   Keindahan Sunset di Danau Reban Pagaralam

“Kalau untuk objek wisata yang tidak berbayar kita mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar dan menghindari keramaian. Ini cara kita untuk menghindari penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Tidak hanya kepada warga, Disparpora Payakumbuh juga mengimbau pelaku usaha jasa seperti tour travel untuk tidak membawa wisatawan ke daerah tersebut. Pihak pengelola hotel di Payakumbuh juga diminta untuk lebih selektif dalam menerima tamu.

“Setiap hotel diharapkan punya detektor pengukur suhu tubuh. Ini menyikapi imbauan dari Pemprov dan Pemko,” katanya. (antara/ima)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

1.316 Karyawan Hotel Lombok Barat Dirumahkan, Kawasan Senggigi “mati”

Mataram, KoranSN Sebanyak 1.316 karyawan dari 17 hotel di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.