Home / Lacak / Penabrak Mahasiswi Unsri di Dalam Kampus Jadi Tersangka dan Ditahan

Penabrak Mahasiswi Unsri di Dalam Kampus Jadi Tersangka dan Ditahan


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Tampak kondisi mobil minibus yang menabrak sepeda motor korban di dalam Kampus Unsri. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Sat Lantas Polres Ogan Ilir (OI) saat ini telah menetapkan Ardian (60), pengemudi mobil minibus yang menabrak sepeda motor yang ditumpangi Nidya Glorya Karenina (19), mahasiswi Semester IV Fakultas Hukum Unsri hingga membuat korban tewas sebagai tersangka.

Demikian ditegaskan Kasat Lantas Polres Ogan Ilir (OI), AKP Desi Ariyanti, Kamis (11/4/2019).

Menurut Kasat, pengemudi mobil yang menabrak korban dijadikan tersangka setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Untuk pengemudi mobil yang menabrak korban mahasiswi Unsri tersebut telah kami tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya saat dihubungi Suara Nusantara.

Masih dikatakan Kasat, karena sudah ditetapkan sebagai tersangka maka saat ini tersangka Ardian telah ditahan pihaknya di Polres Ogan Ilir.

“Jadi, tersangka sudah kami tahan di Polres Ogan Ilir,” ujarnya.

Lanjut Kasat, dengan diproses hukumnya tersangka maka langkah selanjutnya yang dilakukan pihaknya, yakni melengkapi berkas perkara kasus kecelakaan yang menawaskan mahasiswi Unsri tersebut.

“Berkas perkara ini nantinya akan kami limpahkan ke kejaksaan, sehingga tersangka dapat segera disidangkan di pengadilan,” tandas Kasat.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi juga menegaskan, jika pihak kepolisian Sat Lantas Polres Ogan Ilir melakukan proses hukum terhadap pengemudi mobil jenis minibus yang menabrak sepeda motor yang ditumpangi Nidya Glorya Karenina hingga membuat korban tewas.

“Untuk pengemudi mobil tersebut tentunya diproses hukum. Sebab kecelakaan yang menewaskan korbannya itu ancaman pidananya di atas 5 tahun penjara. Jadi, dalam proses pidana ini Ardian yang merupakan pengemudi mobil kini masih diperiksa dalam rangka proses penyelidikan,” tegasnya.

Baca Juga :   Kurir Narkoba 1 Miliar Lebih Disergap di Seputaran Teratai Putih

Diberitakan sebelumnya, Nidya Glorya Karenina, mahasiswi Semester IV Fakultas Hukum Unsri, Selasa (9/4/2019) tewas usai sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak dari belakang oleh mobil jenis minibus yang dikemudikan oleh Ardian (60), pensiunan karyawan Fakultas Pertanian Unsri.

Kejadian yang menewaskan korban yang tercatat sebagai warga Jalan Ledeng Kecamatan Mentok Bangka Belitung ini terjadi saat korban dibonceng sepeda motor oleh teman kuliahnya Maridah (19), warga Syech M Jamil Kota Panjang Padang Sumatera Barat.

Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, Desi Ariyanti mengatakan, kecelakaan yang mengakibatkan korban Nidya Glorya Karenina tewas dan korban Maridah terluka bermula saat kedua korban pukul 08.40 WIB berboncengan mengendarai sepeda motor datang dari pintu masuk gerbang utama Unsri Indralaya. Setiba di lokasi kejadian, korban Maridah yang mengemudikan sepeda motor memperlambat laju kendaraannya karena ada ‘polisi tidur’.

“Disaat itulah sepeda motor korban ditabrak mobil jenis minibus yang dikemudikan oleh Ardian dari arah belakang, sehingga membuat korban Maridah yang mengemudikan motor terpental. Sementara untuk korban Nidya Glorya Karenina terlindas ban belakang sebelah kanan mobil, bahkan saat kejadian mobil tersebut menyeret korban Nidya Glorya Karenina dan sepeda motor sejauh 30 meter,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kasat, akibat kecelakaan tersebut korban Nidya Glorya Karenina meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban Maridah selamat hanya menderita luka memar dan lecet.

Baca Juga :   Bawa Kabur Motor Mantan Pacar, Ade Malah Ditipu Teman

Pantauan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang usai kecelakaan terjadi, tampak Goedmen Parsaoran Tampunolon (40), ayah korban Nidya Glorya Karenina shock ketika tiba di depan ruang forensik hendak melihat jenazah korban.

“Mana anak saya, mana anak saya,” ujar ayah korban sembari menangis dan masuk ke dalam ruangan jenazah.

Mayor S Bangun (45), paman korban Nidya Glorya Karenina mengatakan, pihak keluarga sudah pasrah dengan kejadian yang menewaskan korban.

“Goedmen Parsaoran Tampunolon ayah korban merupakan adik saya, jadi saya paman korban. Sedangkan untuk jenazah Nidya Glorya Karenina usai diperiksa di RS Bhayangkara Palembang selanjutnya kami bawa ke Bangka. Sebab, rumah korban di sana, karena ayahnya yakni Goedmen Parsaoran Tampunolon ini merupakan anggota TNI AL yang bertugas di Bangka,” ungkapnya.

Rektor Unsri, Prof Dr Ir H Anis Saggaf yang saat itu berada di RS Bhayangkara Palembang mengatakan, kecelakaan yang membuat korban Nidya Glorya Karenina meninggal dunia benar terjadi di dalam lingkungan Kampus Unsri Indralaya.

“Ada dua korban yang keduanya merupakan mahasiswa kami di Fakultas Hukum. Kalau yang meninggal dunia, yakni korban Nidya Glorya Karenina sedangkan satu korban lagi Maridah yang kini dirawat di RS Siloam Palembang karena menderita luka memar dan lecet. Sedangkan untuk pengemudi mobil yang menabrak motor korban yakni pensiunan karyawan di Fakultas Pertanian Unsri benama Ardian, kini yang bersangkutan telah diamankan pihak kepolisian,” tandasnya. (ded/man)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Ternyata Sakit Hati , Motif Pembunuhan Perempuan di Lubuklinggau Barat

Lubuklinggau, KoranSN Pihak kepolisian menangkap pelaku pembunuh remaja perempuan di bawah umur, yang sebelumnya jenazah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.