Penahanan Pimpinan Abu Tours Pusat Berpengaruh Pada Keberangkatan Calon Jamaah di Sumsel

Kuasa Hukum Abu Tours, Heri Edi Satrio. (foto-dok/dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kuasa Hukum Abu Tours, Heri Edi Satrio, Senin (26/3/2018) mengatakan, penetapan tersangka dan penahanan pimpinan Abu Tours pusat, H Muhammad Hamzah Mamba oleh Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sangat berpengaruh terhadap proses keberangkatan calon jamaah umroh di Sumsel.

Untuk itulah dirinya selaku kuasa hukum Abu Tours akan melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

“Dengan ditahannya Pak Hamzah, tentu sangat berpengaruh terhadap proses keberangkatan calon jamaah di Sumsel. Untuk itu kami akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan,” katanya.

Dijelaskannya, meski H Muhammad Hamzah Mamba kini ditahan oleh Polda Sulsel namun managemen Abu Tours tetap berupaya memberangkatkan para calon jamaah.

“Apalagi Pak Hamzah berpesan, agar managemen berupaya keras untuk tetap melanjutkan proses keberangkatan calon jamaah sesuai dengan jadwal kerangkatan yang telah tersusun,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam dugaan kasus Abu Tours tersebut, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Pemasangan garis polisi dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Baca Juga :   Polri Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57), warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel telah melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang.

Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan. Usai digeledah, Kamis pagi (1/3/2018) Kantor Abu Tours Cabang Palembang kembali dibuka dan beroprasional. Dibukanya kantor ini karena pihak Abu Tours berjanji akan memberangkatkan para calon jamah umroh.

Baca Juga :   Kapolda: Tak Ada Warga Sumsel Jadi Pegawai Abu Tours Palembang, Semunya Telah Kabur

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro telah mengungkapkan, dalam dugaan kasus ini Polda Sumsel telah menemukan unsur pidana dugaan penipuan keberangkatan calon jamaah umroh, yang diduga dilakukan pihak Abu Tours. Unsur pidana tersebut ditemukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta memeriksa berkas-berkas yang talah disita dari Kantor Abu Tours Palembang.

“Jadi, kami telah menemukan unsur pidana dugaan penipuan yang diduga dilakukan Abu Tours hingga megakibatkan para calon jamaah belum diberangkatkan umroh. Unsur pindana ini kami temukan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan sejumlah berkas yang sebelumnya telah kami sita. Meskipun demikian, untuk tersangkanya belum ditetapkan, karena penyidik masih akan memeriksa saksi dan akan melakukan gelar perkara,” tutupnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Layangkan Pemanggilan Ketiga Mantan Kakanwil Kemenag Sumut

Medan, KoranSN Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) segera melayangkan pemanggilan yang ketiga …