Home / Lacak / Penangkapan Terduga Teroris di Km 5 Bentuk Pencegahan Bom Bunuh Diri di Sumsel

Penangkapan Terduga Teroris di Km 5 Bentuk Pencegahan Bom Bunuh Diri di Sumsel

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menginterogasi kedua terduga teroris. (Foto-Dok/Istimewa)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (15/5/2018) mengungkapkan, penangkapan Heri Hartanto alias Abu Rahman (38), dan Hengki Satria alias Abu Ansor (39), terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Km 5 merupakan bentuk pencegahan teror bom bunuh diri di Sumsel.

Untuk itu, dirinya selaku Kapolda Sumsel mensuport penuh langkah dari Densus 88 yang telah menangkap dan mengamankan kedua terduga teroris tersebut.

“Ini merupakan pencegahan agar di Sumsel tidak terjadi aksi bom bunuh diri seperti yang terjadi di Surabaya. Dari itulah kita suport Densus 88, sebab dengan adanya penangkapan tersebut maka sel-sel teroris di Sumsel bisa termonitor,” kata Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, selain bentuk pencegahan, penangkapan kedua teroris tersebut juga antisipasi aksi teror. Sebab, Provinsi Sumsel dalam waktu dekat ini akan menggelar event Asian Games.

“Seperti kita ketahui jika gerakan pelaku teroris dalam aksi teror bom bunuh diri inikan silent (diam), sehingga perlu dilakukan pencegahan dan antisipasi supaya tidak terjadi aksi teror di Sumsel. Selain itu, dalam pencegahan aksi teror tersebut, kami pihak kepolisian juga mengharapkan peran serta dari semua instansi pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Provinsi Sumsel ini,” tandas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri diback-up Polda Sumsel, Senin sore (14/5/2018) sekitar pukul 17.00 WIB menangkap dua terduga teroris di kawasan Jalan Kolonel H Burlian, Km 5 Palembang. Keduanya yakni Heri Hartanto alias Abu Rahman (38) dan Hengki Satria alias Abu Ansor (39), warga Pekanbaru Riau.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sebelumnya mengatakan, penangkapan kedua terduga teroris tersebut langsung dilakukan oleh Tim Densus 88 Antiteror. Sementara pihaknya dari Polda Sumsel hanya bersifat memback-up. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan diketahui jika keduanya merupakan pengikut jaringan JAD.

Masih dikatakan Kapolda, berdasarkan pengakuan dari kedua terduga teroris yang ditangkap tersebut, awalnya dari Pekanbaru mereka hendak ke Mako Brimob Mabes Polri di Kelapa Dua Depok Jawa Barat untuk membantu para narapidana teroris yang ricuh dengan anggota Brimob, beberapa hari yang lalu. Namun saat di perjalanan ternyata suasana di Brimob Kelapa Dua sudah kondusif hingga terduga teroris ini membatalkan perjalanan.

“Mereka ini awalnya berjumlah 7 orang dari Pekanbaru Riau menuju Brimob Kelapa Dua Depok untuk membantu narapidana teroris yang ricuh di sana dengan jalur darat yakni, menumpangi bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Tapi saat di perjalanan mereka mendapatkan informasi jika situasi di Brimob Kelapa Dua sudah kondusif, sehingga mereka membatalkan melanjutkan perjalanan. Ketika itulah 7 terduga teroris ini berpisah, dimana dua diantaranya menuju Palembang,” paparnya.

Masih dikatakan Kapolda, Densus 88 yang mengetahui hal tersebut langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya saat dua terduga teroris ini tiba di Palembang, keduanya langsung ditangkap.

“Saat ditangkap keduanya sedang naik ojek di kawasan Km 5 Palembang. Dari pengakuan keduanya, jika mereka ke Palembang hendak menemui temannya yang merupakan dosen. Namun belum diketahui siapa dosen tersebut dan kini penyidik Densus 88 masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Lebih jauh Kapolda menerangkan, hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik terhadap kedua terduga teroris tersebut juga diketahui jika mereka diduga bergabung dengan aliran JAD dan berkeinginan melakukan aksi teror untuk melepaskan para narapidana teroris yang sudah ditangkap oleh Densus 88.

“Ya, kata keduanya mau membebaskan ikwan-ikwan atau teman-teman mereka yang sudah ditangkap oleh Densus 88. Jadi mereka ini mau melakukan Amalia makanya ditangkap dan diamankan, dan kini keduanya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mako Brimob Polda Sumsel,” tandas Kapolda. (ded)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Bandit Pecah Kaca di Prabumulih Gondol Uang Rp 450 Juta

Prabumulih KoranSN Bandit pecah kaca, Rabu (15/8/2018) beraksi di Jalan Sudirman Kota Perabumulih, tepatnya di ...

error: Content is protected !!