Pencapaian PAD Pajak Palembang 2016 Lampaui Target


Wali kota Palembang, H Harnojoyo saat di wawancara. (foto-rika/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang dari sektor pajak di tahun 2016 ini, telah berhasil melampaui target yang telah ditentukan sebelumnya. Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah Kota Palembang, Shinta Raharja, mengatakan, dari 11 jenis pajak untuk PAD Kota Palembang, semuanya sudah melebih dari target pencapaian.

“Kemungkinan nilai yang kita dapatkan kali ini akan terus bertambah angkanya, karena dengan sisa waktu yang ada memberikan peluang untuk Wajib Pajak membayarkan kewajibannya sebelum tanggal 31 Desember 2016 Jam 24.00 WIB semuanya akan tercatat pada PAD Tahun 2016,” jelasnya, Kamis (21/12/2016).

Diketahui, dari target Rp 52,8 M kini sudah terkumpul sekitar Rp 7,4 M. Dalam hal ini Walikota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, dirinya patut mengapresiasi pencapaian PAD dalam sektor pajak oleh Badan Pengelolaan Pajak Daerah Kota Palembang tersebut.

Namun, Harno juga menyampaikan kekecewaannya terhadap beberapa Dinas, Badan, Kecamatan, Serta BUMD yang belum berhasil melakukan penyerapan anggaran secara maksimal.

Baca Juga :   Sekda: Satgas Saber Pungli Diharapkan Beri Efek Jera

“Hari ini (Kemarin) saya baru bisa sedikit tersenyum dengan laporan hasil pencapaian PAD Kota Palembang Tahun 2016, dari 11 Jenis Pajak yang diatur oleh Undang-undang (UU) semuanya berhasil melebihi target, namun saya agak sedikit kecewa dengan pencapaian hasil pajak dari beberapa Dinas/Badan serta BUMD yang serapannya masih belum maksimal,” ungkapnya.

Menurut Harno, kebanyakan yang tidak mencapai target tersebut berasal dari sektor retribusi. Khususnya kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang. “Khususnya untuk retribusi parkir, untuk itu kita harap kepada pihak Dishub untuk segera melaporkan PADnya, parkir banyak malah ada tarif parkir yang jauh lebih mahal dati ketentuan, tapi PAD selalu tidak tercapai, jadi itu uangnya dimana?,” tegasnya.

Bukan hanya Dishub, Harno juga mempertanyakan pajak dari beberapa BUMD seperti PD Pasar Palembang Jaya dan PT SP2J. “PAD merupakan satu hal yang sangat penting guna menjalankan semua program yang sudah kita susun, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat baik dari segi infrastruktur, kesehatan serta pendidikan. Semua Rancangan Program yang telah disusun tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila pencapaian dari apa yang sudah ditargetkan tidak mencapai target. Kemandirian suatu daerah juga dapat dilihat dari seberapa besar PAD yang mereka miliki,” tuturnya.

Baca Juga :   Banyaknya Problem Kota yang Harus Dibenahi

Untuk itu, dia berharap semua SKPD dan Pimpinan BUMD yang ada di Kota Palembang dapat bekerjasama dan bekerja secara maksimal guna meningkatkan PAD. “Diperlukan inovasi-inovasi atau terobosan-terobosan guna meningkatkan PAD Kota Palembang, masing-masing SKPD silahkan untuk menyusun konsep bagaimana penyerapan PAD Tahun 2017 nanti akan Maksimal,” pungkasnya. (tya)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

248 Polisi di Sumsel Gunakan Narkoba

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, Selasa (7/7/2020) mengatakan, …