Pendalaman Penyidikan untuk Ungkap Tersangka Baru

nszmmx01
ILUSTRASI/FOTO/NET

KRIMINOLOG Sumsel, Dr Sri Sulastri SH MHum, Minggu (30/10/2016)mengatakan, apabila penegak hukum memeriksa tersangka dalam suatu perkara tindak pidana korupsi suap secara berulang-ulang kali atau sekitar lima kali. Hal itu dikarenakan penyidik masih melakukan pendalaman penyidikan untuk mengungkap dugaan keterlibatan tersangka baru.

“Biasanya penyidik masih mendalami penyidikan untuk ungkap dugaan tersangka baru, untuk itulah tersangkanya diperiksa berulang-ulang kali. Selain itu, penyidik juga masih membutuhkan keterangan dari tersangka tersebut untuk dicocokan dengan keterangan tersangka lainnya, yang juga ditetapkan dalam perkara yang sama, serta juga untuk mencocokan dengan keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa penyidik,” ungkap Sri.

Sri menilai, dugaan suap yang diduga dilakukan oleh pihak swasta kepada pemerintah untuk memenangkan suatu proyek di pemerintahan atau SKPD, tergolong dalam tindak pidana korupsi. Karena, pihak yang diduga menerima suap merupakan pihak pemerintah selaku penyelengara proyek yang uang pembangunan proyeknya bersumber dari APBD.

Baca Juga :   Mantan Pegawai Satroni Rumah Bosnya

“Nah, apabila penyidik memeriksa banyak saksi dari pejabat pemerintah dan kepala SKPD, bisa saja dugaan keterlibatan dalam dugaan kasus suap tersebut diduga mengarah ke para saksi-saksi tersebut. Tapi, penyidik kan membutuhkan barang bukti. Dari itulah dilakukan pendalaman penyidikan untuk mengetahui sejauh mana dugaan keterlibatannya, apakah diduga ikut serta ataukah diduga ikut bertangungjawab dalam dugaan pidana suap yang terjadi,” ungkap Sri.

Lebih jauh dikatakan Sri, dalam proses pendalaman penyidikan yang dilakukan, biasanya penyidik mencari barang bukti untuk memperkuat dugaan pidana keterlibatan seseorang dalam perkara tesebut.

Baca Juga :   Pemasok Sabu Seharga Rp 100 Juta Ditangkap

“Sebab, pendalaman penyidikan dilakukan karena tersangkanya kan sudah ada. Penyidik mendalami hanya untuk mencari barang bukti untuk mengungkap dugaan keikutsertaan seseorang dalam melakukan dugaan tindak pidana suap yang terjadi. Apabila dalam pendalaman ternyata penyidik mendapati bukti kuat dugaan keterlibatan seseorang atau pihak lainnya, barulah penyidik menetapkan  tersangka barunya. Karena dalam pidana Tipikor, untuk tersangkanya pastinya lebih dari satu orang tersangka,” pungkasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Bebas

Jakarta, KoranSN Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah bebas murni usai menjalani hukuman selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.