Penderita Gangguan Jiwa Luput Dari Program Vaksinasi COVID-19 di Eropa

Doreen Vickers, 83 tahun, menunggu saat seorang tenaga kesehatan mengisi jarum suntik dengan dosis vaksis Oxford/AstraZeneca COVID-19 di Appleton Village Pharmacy, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19). (Foto-Antara/Reuters)

London, KoranSN

Sebagian besar negara di Eropa tidak memasukkan para penderita gangguan mental ke dalam daftar penerima vaksin COVID-19 padahal mereka rentan kena COVID-19, demikian temuan sebuah riset yang diumumkan, Rabu (17/2/2021).

Dari 20 negara yang disurvei, hanya Belanda, Inggris, Jerman, dan Denmark yang telah mengakui gangguan mental sebagai penyakit. Empat negara itu juga membuat ketentuan khusus terkait vaksinasi terhadap para penderita gangguan jiwa.

Baca Juga :   Putin: Rusia Siap Tingkatkan Dialog Perlucutan Senjata Dengan AS

“Pasien-pasien ini banyak dilupakan dalam sebagian besar rencana vaksinasi, dan ini harus berubah,” kata salah satu peneliti dan profesor University Psychiatric Hospital Campus Duffel Belgia, Livia De Picker. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel
Bagikan :

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

China Laporkan 10 Kasus Baru COVID, Sehari Sebelumnya Enam Kasus

Beijing, KoranSN China Daratan melaporkan 10 kasus baru COVID-19 pada 26 Februari, naik dari enam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.