Home / Gema Sriwijaya / Empat Lawang / Penderita Kusta di Empat Lawang Butuh Uluran Tangan

Penderita Kusta di Empat Lawang Butuh Uluran Tangan

Romli didampingi Ketua RT dan RW beserta keluarga saat di temui beberapa awak media. (Foto-Fahlevi/Koransn)

Empat Lawang, KoranSN

Sudah bukan rahasia lagi jika para penyandang distabilitas (cacat fisik) sekaligus penderita kusta, acapkali dicap sebagai penyakit menular.

Seperti apa yang dialami Romli (51), penyandang cacat fisik yang tinggal di RT 4 RW 9 Tanjung Beringin Kelurahan Pasar Tebing Tinggi Empat Lawang ini. Karena diduga menderita penyakit kusta, sejak 20 tahun lalu, dirinya harus tak percaya diri untuk membaur dilingkungannya.

Informasi yang dihimpun, Romli yang hanya tinggal seorang diri dirumahnya harus mengharapkan pemberian dari sanak saudaranya lantaran buat makan sehari-hari lantaran tidak mampu lagi untuk bekerja guna membutuhi kebutuhannya.

Salim (42), adik kandung Romli menjelaskan, sakit kakaknya tersebut sudah sejak lama diderita. Akibat penyakit itu, kaki tangan Romli harus cacat total.

“Akibat keterbatasan berobat yang hanya ke Puskesmas Tebing Tinggi saja, penyakit Romli tak kunjung-kunjung sembuh. Kami dari pihak keluarga berharap adanya perhatian pemerintah Empat Lawang untuk membatu kakak kami ini untuk berobat ke rumah sakit,” harapnya.

Dilanjutkan Salim, sebelum dirinya, menikah, Romli sempat tinggal bersama dirinya namun akan tetapi sekarang Romli harus tinggal sendiri dibelakang rumahnya.

“Untuk makan kami yang mengantarnya, terkadang juga ada tetangga lain yang meberinya makan. Mau gimana lagi, kami masyarakat kecil dan kurang mampu, dari dulu kakak kami tidak mendapatkan Raskin, baru sekarang mendapatkan Beras Sejahtera (Rasta) karena RT nya sudah diganti,” ungkapnya.

Sementara Romli, yang saat dibincangi Suara Nusantara menuturkan, dirinya tidak tahu sudah berapa lama menderita penyakit tersebut. “Karena saya tidak punya uang dan keluarga juga kurang mampu, saya hanya bisa berdiam diri di rumah saja,” jelasnya.

Romli juga mengatakan, dirinya harus memasak sendiri untuk keperluan sehari-hari dan juga untuk mandi dirinya juga harus menimba air sumur senderi dibelakang rumahnya. “Ya, Jika ada yang dimasak, saya masak sendiri dan jika ingin mandi saya harus menimba air sendri,” kata Romli.

Sementara itu, Tarsusi, ketua RW 07 Kelurahan Pasar Tebing Tinggi membernarkan keberadaan warganya tersebut. Dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak, tetapi apa yang bisa ia bantu akan ia usahakan.

“Saya baru menjabat sebagai ketua RW ini. Ternyata selama ini penderita penyakit kusta ini belum terdata oleh ketua RT yang lama untuk mendapatkan bantuan, seperti Raskin dan alhamdulillah setelah didata ulang sekarang Romli sudah mendapatkan pembagian Rasta dari pemerintah termasuk bedah rumah.” jelasnya.

Sementara Asisten 1, Rahmat Riandi mengatakan, pihaknya belum mengetahui dan belum mendapatkan laporan dari pihak dinas kesehatan ataupun pihak kecamatan terkait ada warga yang menderita kusta tersebut.

“Nantinya kami akan segera tindak lanjuti, dan akan merintahkan pihak yang bersangkutan dalam hal ini dinas kesehatan untuk segera mengecek penderita yang diduga penyakit kista tersebut,” tandasnya. (foy)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Event JAPAN II Tunjukkan PALI Aman dari Aksi Kriminalitas

PALI, KoranSN Event Jelajah Alam PALI Adventure Anti Narkoba (JAPAN) II yang digelar dalam rangka ...

error: Content is protected !!