Home / Pendidikan dan Teknologi / Pendidikan Berkeadilan Jadi Prioritas Kepemimpinan HDMY

Pendidikan Berkeadilan Jadi Prioritas Kepemimpinan HDMY

Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya. (foto-humas pemprov)

Ogan Ilir, KoranSN

Bertepatan dengan 20 Ramadhan 1440 Hijriah (Sabtu 25 Mei), Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menghadiri Haflah Milad ke-69 dan wisuda Kelas Akhir, Tahun Pelajaran 2018/2019 Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga di Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam sambutannya Wagub Sumsel Mawardi mengatakan keberhasilan Ponpes Raudhatul Ulum Sakatiga menjadi salah satu Ponpes ternama di Sumsel bukan terjadi begitu saja. Ia meyakini suksesnya pengembangan pendidikan di Ponpes yang didirikan sejak tahun 1950 itu tak lepas dari pengelolaan manajemen yang baik.

“Banyak orang bertanya kenapa Ponpes Raudhatul Ulum Sakatiga bisa bagus dan terkenal bahkan menjadi aser kebanggaan daerah. Itu tak lain karena Ponpes ini dikelola dengan manajemen yang baik. Mau sekaya apapun lembaga atau sebesar apapun daerah dan bangsa kalau tidak dikelola manajemen yang baik tidak akan berhasil,” ucapnya disambut tepuk tangan tamu undangan yang hadir.

Karena itulah di masa mendatang dibutuhkan SDM yang berkualitas, berwawaaan dan berbudi pekerti yang baik agar dapat menerima amanat dari suatu lembaga atau rakyat. Sehingga apa yang diperjuangkan selalu di ridhoi Allah SWT.

Baca Juga :   Hadiri Seminar Himpuni, Herman Deru Serukan Perlawanan Terhadap Kemiskinan

“Itulah mengapa di bawah kepemimpinan HDMY yang baru berjalan 8 bulan kami berkomitmen memprioritaskan pembinaan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan keagamaan. Karena kami yakin mau semaju apapun teknologi kalau tidak diimbangi agama semua akan percuma. Agama adalah benteng kita dari hal-hal negatif,” tambahnya.

Beberapa program HDMY yang sudah direalisasikan di antaranya pengaktifan kembali P3N yang berubah nama menjadi P2UKK/P2UKD. Kemudian program satu desa satu rumah tahfidz serta kegiatan rutin Safari Jumat oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru.

“Masih banyak program lain yang kita siapkan juga. Termasuk pendidikan, segera kita rumuskan agar pendidikan di Sumsel ini berkeadilan dan Pemprov akan fasilitasi,” ujarnya.

Kepada ratusan santri dan santriwati yang diwisuda, Mawardi tak lupa mengucapka selamat. Namun wisuda menurutnya bukan akhir dari segalanya melainkan babak baru yang harus dihadaoo dengan bekal ilmu yang cukup.

“Kepada orang tua ini bukan akhir tanggungjawab. Tapi sedapat mungkin mereka ini harus melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Serta tanamkan tekad ke mereka setelah lulus harus bisa menciptakan lapangan kerja. Jangan selalu berharap menjadi pegawai,” himbaunya.

Baca Juga :   Kemendikbud Lakukan Pembinaan Karakter Siswa SMK

Sementara itu Pengurus Harian Yayasan Ponpes RU, KH. Khusnul Amin menjelaskan bahwa selain Haflah Ponpes ke 69, acara ini juga mereka jadikan ajang silaturahmi dan reuni para alumni. Dengan kondisi suhu politik yang masih panas diharaokan silaturahmi ini dapat menguatkan persatuan bangsa.

“Hari ini kami sangat berbahagia karena dapat mengantarkan 641.anak didik belajar ke jenjang berikutnya. Sebagai pembimbing pihak Ponpes memberikan kunci ilmunya saja. Nanti merekalah yang menggunakannya dalam kehidupan bermasyarakat,” jelaanya.

Kepada orang tua santri yang diwisuda, Ia juga tak lupa berpesan agar anak-anak ini terus dipantau hafalan Alqurannya, tilawah juga kedispilinannya menjalankan shalat lima waktu. ” Jangan sampai pendidikan 3-6 tahun di sini hancur dan terkikis saat anak-anak ini lulus dari Ponpes. Karena mereka inilah yang akan meneruskan eksistensi Ponpes Raudhatul Ulum Sakatiga di masa mendatang,” tutupnya. (man)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tokoh Sumsel Dijadwalkan Satu Jam Mengajar

Palembang, KoranSN Mengawali aktivitasnya, Rabu (4/9/2019) pagi di Griya Agung. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menerima …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.