Home / Gema Sriwijaya / Pendidikan di Muba Jadi Prioritas Bupati Dodi Reza Alex

Pendidikan di Muba Jadi Prioritas Bupati Dodi Reza Alex

Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin saat foto bersama. (foto-ist)

Sekayu, KoranSN

Kabupaten Muba sebagai pelopor sekolah gratis sejak 2002 lalu terus membenahi dunia pendidikan. Bahkan di tangan dingin Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, pendidikan menjadi prioritas agar kualitas pendidikan gratis di Muba kedepanya semakin berkualitas.

Dalam kesempatan audiensi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba serta perangkat pendidik se-Kabupaten Muba, Bupati Muba, H Dodi Reza Alex mengatakan, terimakasih atas kehadiran para kepala sekolah dan juga koordinator wilayah pendidikan yang hadir untuk bersama-sama membedah masalah di sektor pendidikan.

“Saya percaya salah satu dari yang kita butuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah peningkatan kapasitas SDM guru-guru, dan tentunya seiring sejalan dengan kesejahteraan tenaga pendidiknya,” katanya.

Menurutnya, saat ini memang ada beberapa faktor yang wajib dibenahi segera, seperti penguatan SDM tenaga pendidik (kualifikasi dan kompetensi guru) serta sarana prasarana sekolah.

“Hal ini tentunya wajib kita sinergikan dengan program pemerintah pusat yang telah menyampaikan rencana pembangunan SDM 2019 dan memfokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia secara global,” ungkapnya.

Dikatakannya, adapun peningkatan kualitas pendidikan di Muba, yaitu melalui peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru, pembenahan sarana dan prasarana.

Baca Juga :   Pelajar Tewas Usai Terjatuh Dari Sepeda Motor

“Lalu, bagaimana kita meningkatkan mutu dari proses pembelajaran di Muba ini dengan menggunakan tolak ukur pada daerah-daerah maupun negara yang telah maju di dunia pendidikan,” terangnya.

Lanjutnya, Pemkab Muba juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik melalui tunjangan perbaikan penghasilan, baik itu tenaga pendidik PNS, maupun GTT dan honorer.

“Intinya bisa memberikan kesejahteraan lebih kepada guru ASN maupunn non ASN. Kemudian, di Muba kami juga berkomitmen untuk menetapkan program sekolah gratis, dan saya tidak akan mengizinkan sekolah untuk menarik/melakukan pungutan kepada peserta didik baik itu pungutan resmi maupun tidak resmi,” tegasnya.

Dodi menambahkan, Pemkab Muba terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan operasional setiap sekolah dari sumber-sumber lain yang tidak melanggar peraturan perundang-undangan dan tidak memberatkan wali murid yang telah bersusah payah mengantarkan anak-anak mereka bersekolah.

“Masalah kompetensi tenaga pendidik sangat memprihatinkan. Hanya berapa persen kepala sekolah yang telah sertifikasi, sisianya belum sertifikasi. Jadi masih banyak tenaga pendidik yang belum sertifikasi,” paparnya.

Kemudian terkait sarana prasarana sekolah baik bangun gedung, rehab gedung, pembangunan laboratorium dan fasilitas lainnya sebagai penunjang kenyamanan sekolah, dianggarkan uang pembangunan senilai Rp 1.1 triliun.

Baca Juga :   Perbaiki Mutu Masjid Guna Tingkatkan Kualitas Imtaq Warga

“Oleh karena itu dunia pendidikan prioritas bagi kita, dan anggaran itu semuanya bersumber melalui APBD. Selain itu ada juga anggaran APBD yang dialokasikan untuk sektor lain, misalkan kesehatan, infrastruktur jalan, listrik, air bersih. Selain itu, ada sektor lainnya yang butuh pendanaan besar karena topografi Muba yang luas. Jadi, walaupun APBD besar namun dengan kebutuhan yang banyak maka perlu menyusun skala prioritas pembangunan yang bersumber dari APBD sesuai dengan visi misi kita, yakni Menuju Muba Maju Berjaya 2022,” urainya.

Sementara itu, Kadisdikbud Muba, Musni Wijaya dalam kesempatan tersebut melaporkan beberapa permasalahan pendidikan di Muba, seperti misalnya terkait banyaknya guru yang belum sertifikasi.

“Ini akan menjadi perhatian serius Pak Bupati untuk dituntaskan,” jelasnya.

Musni menyebutkan, banyak peningkatan selama dua tahun belakangan dari bidang pendidikan di Muba salah satunya kerjasama dengan Margareth River School di Australia yang digagas Bupati Muba Dodi Reza bersama PSF.

“Pertukaran guru dan pelajar Muba ke Australia ini sangat efektif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Muba, dan saat ini sangat terasa program pengimbasannya ke sekolah-sekolah yang ada di Muba,” pungkasnya. (tri)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Herman Deru Optimis Sumsel Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional

Muara Enim, KoranSN Didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri, Kasdam II Sriwijaya Brigjend TNI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.