Peneliti: Harga Pangan Tahun Depan Berpotensi Alami Kenaikan

Pekerja menimbang beras di gudang BULOG Subdivre Serang, di Serang, Banten, Jumat (20/11/2020). (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, harga sejumlah komoditas pangan berpotensi mengalami kenaikan pada 2021 akibat pandemi COVID-19 yang belum bisa dipastikan berakhir sepenuhnya.

Melihat dari pengalaman pada 2020, pemerintah mencatat bahwa di akhir April tahun ini, beberapa provinsi mengalami defisit beberapa komoditas pangan, seperti beras, jagung, gula, cabai, bawang putih, bawah merah, dan telur.

Baca Juga :   Honda Fest Edukasi Siswa SMA Methodist 3 Palembang

Menurut Galuh di Jakarta, Sabtu (21/11/2020) penyebab defisit ini dikarenakan provinsi-provinsi tersebut bukan merupakan provinsi penghasil utama dari komoditas-komoditas tadi. Selain itu, proses distribusi yang sempat terhalang akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berbagai kebijakan pembatasan lainnya.

“Saat ini, distribusi dan kesediaan sebagian besar pangan pokok di Indonesia memang sudah lebih stabil daripada sebelumnya. Akan tetapi, beberapa komoditas yang sebagian besar sumber ketersediaan berasal dari impor, seperti bawang putih, gula, daging sapi dan kedelai, diprediksi juga akan mengalami fluktuasi harga,” kata Galuh dalam keterangan. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   SBI Perkuat Distribusi di Palembang

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Dapat Cuan Lebih Sering Saat Window Dressing

Palembang, KoranSN Menjelang akhir tahun, ada satu momen yang ditunggu oleh para investor yaitu window …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.