Home / Lacak / Penembak Mati Kanit Reskrim Belum Tertangkap, Kapolda Sumsel: Ini Hutang Saya

Penembak Mati Kanit Reskrim Belum Tertangkap, Kapolda Sumsel: Ini Hutang Saya

Korban semasa hidup. (Foto-Istimewa)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (13/6/2019) mengatakan, belum tertangkapnya enam pelaku penembakan Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur OKI, Anumerta Aipda Afrizal SH menjadi hutangnya.

Untuk itulah dirinya selaku Kapolda telah memerintahkan Timsus dari Jatanras Polda Sumsel dan Polres OKI untuk segera menangkap hidup atau mati keenam pelaku tersebut.

“Selama jiwa masih berada di kandung badan saya, para pelaku yang belum tertangkap tersebut menjadi hutang saya. Akan saya cari dan kejar terus mereka, bahkan anggota sudah saya perintahkan 14 hari untuk segera menangkap hidup atau mati keenam pelaku,” tegasnya.

Masih dikatakan Kapolda, dari hasil penyelidikan kasus penembakan Anumerta Aipda Afrizal SH diketahui jika dari enam pelaku salah satu pelaku merupakan warga desa di lokasi kejadian.

“Gugurnya Anumerta Aipda Afrizal ini kan bermula dari adanya aksi perampokan yang dilakukan enam pelaku di rumah salah satu warga di Desa Beringin Jaya Kecamatan Mesuji Makmur. Bahkan dalam perampokan tersebut, pelaku menembak perut pemilik rumah, namun Alhamdulilah pemilik rumah selamat. Setelah itu para pelaku kabur hingga dikejar oleh Anumerta Aipda Afrizal,dalam pengejaran inilah korban ditembak dadanya hingga korban tewas. Nah, dari penyelidikan terungkap jika salah satu pelaku merupakan warga desa setempat yang kini masih dalam pengejeran,” paparnya.

Baca Juga :   Melihat Makhluk Halus di Dermaga 35 Ilir, Fredy Nekat Terjun ke Sungai Musi

Diungkapkan Kapolda, adapun peran satu pelaku yang merupakan warga desa tempat kejadian yakni sebagai penunjuk jalan.

“Untuk pelaku berperan sebagai penunjuk jalan tersebut kini sedang kami kejar, Insyaallah kalau kami bisa menangkapnya maka untuk pelaku lainnya juga akan kami sisir dan kami tangkap,” ujarnya.

Lanjut Kapolda, kasus perampokan yang menewaskan Anumerta Aipda Afrizal terbilang sadis. Sebab dalam aksinya, pelaku meletuskan senjata api.

“Jadi kini polisi masih melakukan pengejaran, saya himbau kepada para pelaku sebaiknya menyerahkan diri, tapi kalau tidak menyerakan juga tidak apa-apa karena kami akan terus mencarai para pelaku tersebut dimana pun mereka bersembunyi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi menegaskan, Timsus dari Jatanras Polda Sumsel dan Polres OKI diberikan deadline (batas waktu) 14 hari oleh Kapolda Sumsel untuk menangkap hidup atau mati enam pelaku penembakan Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur OKI, Anumerta Aipda Afrizal SH.

Baca Juga :   Isteri Darul Kutni Puas, 4 Perampok Toke Kopi Pagaralam Divonis Seumur Hidup

“Bapak Kapolda memberikan target atau batas waktu selama 14 hari untuk menangkap enam pelaku yang telah menembak Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur OKI, Anumerta Aipda Afrizal SH hingga membuat korban meninggal dunia,” ungkap Kabid Humas.

Untuk diketahui, Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur OKI Anumerta Aipda Afrizal SH tewas tertembak perampok saat mengejar untuk menangkap para pelaku, Minggu dini hari (2/6/2019) di Desa Beringin Jaya Kecamatan Mesuji Makmur. Korban meninggal dunia dengan luka tembak satu lubang di dadanya.

Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra sebelumnya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk menangkap enam pelaku penembakan tersebut.

“Kami terus berusaha agar semua pelaku segera tertangkap baik hidup maupun mati,” tegas Kapolres.

Disinggung adanya foto pelaku penembakan yang beredar di media sosial? ia mengaku itu bukan foto pelaku bukan orang yang dicurigai.

“Saya tidak tahu dari mana foto ini didapatkan, karena hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman,” imbuh Kapolres. (ded/iso)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Motor Masuk Kolong Truk, Guru Patah Kaki

Lubuklinggau, KoranSN Pengendara motor yakni Yesi Lediana (35), PNS guru, warga Jalan Sudirman Kelurahan Jogoboyo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.