Home / Ekonomi / Penerimaan Pajak Belum Optimal

Penerimaan Pajak Belum Optimal

Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Babel, Samon Jaya. (foto/Siti Soimah)
Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Babel, Samon Jaya. (foto/Siti Soimah)

Palembang, SN

Sampai triwulan pertama tahun 2016 penerimaan pajak yang berhasil dicatat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel dan Babel belum optimal. Hal tersebut terlihat dari realisasi pencapaian baru 13,1 % atau sekitar Rp 2,112 triliun dari target Rp  16 triliun lebih.

Hal tersebut dikatakan Kepala Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel dan Babel Samon Jaya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Diungkapkannya, belum mengembirakanya realisasi pajak yang dicapai disebabkan faktor kondisi semua orang terutama para pengawai dan karyawan sedang sibuk mengurus SPT tahunan termasuk para petugas pajak. Meski triwulan pertama sampai 31 Maret kemarin penerimaan pajak belum optimal namun DJP Sumsel dan Babel masih optimis target pajak dapat dikejar hingga mendekati target.

“Salah satu yang kami lakukan untuk mendongkrak penerimaan pajak adalah dengan semakin gencar melakukan penagihan terhadap wajib pajak (WP) dan melakukan pemetaan terhadap WP perorangan maupun badan yang belum terdata di DPJ Sumsel dan Babel,” jelasnya sembari mengatakan Kanwil DPJ Sumsel dan Babel  menduduk peringkat ke-18 secara nasional untuk pencapain secara nasional.

Baca Juga :   d Gill Marketing: Ciptakan Inovasi Untuk Perubahan

Dengan meningkatkan kesadaran WP terutama para pekerja yang berbondong-bondong mendatangi KPP untuk melaporkan SPT tahunan Samon optimis pencapain pajak dapat dikejar. Tinggal sektor pajak usaha serta para pengusaha yang memiliki penghasilan tinggi tingkat kesadaran untuk membayar pajak masih kecil sehingga perlu disosialisasi lagi WP yang memiliki aset besar agar sadar membayar kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

“Baru sekitar Rp 1 miliar para usahawan yang membayar pajak sedangkan dari kalangan pegawai tingkat kesadaran dalam membayar pajak sudah cukup lumayan karena mencapai Rp 2 triliun lebih,” tegasnya.

Menurutnya, dengan membayar pajak banyak proyek-proyek pemerintah dibiayai dari hasil membayar pajak. Karena itu, pajak merupakan andalan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan dan meningkatkan perekonomian negara.

Baca Juga :   M Adil Diberhentikan dari Dirut BSB

“Kanwil DPJ Sumsel dan Babel saat ini fokus untuk melakukan pemetaan terhadap pajak sektor properti, perhotelan, tempat kos sampai rumah mewah. Karena tingkat kesadaran WP terutama orang kaya dalam membayar pajak masih kecil,” ujarnya.

Sampai 31 Maret kemarin dikatakannya, untuk pelaporan SPT tahunan PPh orang pribadi masih banyak WP yang belum melaporkan SPT tahunan. Karena dari  592,320 WP terdiri dari 559,844 orang pribadi dan 32.476 badan yang sudah melaporkan SPT tahunan  baru sekitar 223.492 WP. Kanwil DJP Sumsel dan Babel memberikan kesempatan perpanjangan sampai 31 April mendatang untuk WP melaporkan SPT jika sampai batas waktu yang ditentukan WP sengaja tidak melaporkan SPT tahunan maka akan dikenakan sanksi. (ima)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Rupiah Jumat Sore Terapresiasi Masih Terimbas Kebijakan BI

Jakarta, KoranSN Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore (23/8/2019) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.