Home / Politik dan Pemerintahan / Penetapan Nomor Urut di Hotel Mewah Dinilai tak Etis

Penetapan Nomor Urut di Hotel Mewah Dinilai tak Etis

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Bagindo Togar. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Pelaksanaan penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel di Hotel Novotel, yang berkategori hotel mewah, dinilai tak etis dan tidak memiliki kepekaan sosial.

Menurut Pengamat sosial dan politik Sumsel, Bagindo Togar Butarbutar, KPU Sumsel sejatinya telah memiliki kantor yang sangat layak untuk mengadakan perhelatan seperti penetapan nomor urut ini.

“Apakah para petinggi KPUD Provinsi Sumsel lupa bahwa penetapan Capres/Cawapres saja berlangsung di gedung KPU Pusat,” kata Bagindo, Selasa (13/2/2018).

Dikatakannya, kalaupun KPU Sumsel ingin menggelar pengundian nomor urut ini di luar gedung KPU Provinsi, Kota Palembang sebagai ibukota provinsi tidak kekurangan landmark untuk digunakan sebagai area kegiatan tersebut.

“Kita Punya BKB, Monpera, Taman Kambang Iwak, pelataran parkir DPRD Provinsi, dan lain lain. Sehingga Pemilihan Gubernur Sumsel kelak bisa ditransformasikan sebagai pesta rakyat bukan pesta kaum elite,” katanya.

Ia menuturkan, KPU harus mampu memanfaatkan anggaran yang ada di lembaganya, dan menggunakannya secara tepat sasaran, bijak, transparan dan tegas dalam pengelolaan keuangannya.

“Meriah bukan berarti bermewah-mewah, moment ketidak pantasan kegiatan pengundian nomor urut para Paslon Cagub ini, semoga tidak terulang lagi, dimanapun dan kapanpun. Karena kontestasi demokrasi selayaknya sarat dengan substansi paratisipasi, bukan memunculkan aktifitas in-efisiensi,” ulasnya.

Menanggapi ini, Komisioner KPU Sumsel Liza Lazuarni mengatakan, pihaknya memilih menggelar penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel di hotel, agar lebih meriah.

“Biar lebih meriah lebih rame, karena pengundian lebih santai, karena kita sama sama sudah tahu kan sudah ditetapkan, tinggal nomor urut saja,” kata Liza.

Menurutnya, dengan menggelar acara di Hotel otomatis bisa menampung lebih banyak tamu, baik tim paslon maupun dari Parpol, meski ia juga mengakui, KPU mengeluarkan biaya yang lumayan besar.

“Sebenarnya bisa kalau dikantor, tapi memang lebih kecil muatannya. Kemarin saat penetapan kita batasi orang yang masuk 15 orang dari setiap Paslon, kalau disini jauh lebih banyak loh, 60 orang,” ujar Liza. (awj)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

DPRD Sumsel Terima SK Penetapan Gubernur Terpilih

Palembang, KoranSN Pimpinan DPRD Sumsel menerima salinan surat keputusan (SK) penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur ...

error: Content is protected !!