Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Pengacara Bowo Sidik Ungkap Sumber Uang Serangan Fajar Nusron Wahid

Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk Bowo Sidik Pangarso meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Pengacara tersangka Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajaguguk mengatakan, sumber uang untuk serangan fajar yang disediakan kliennya berbeda dengan Nusron Wahid.

Namun, Saut belum mengetahui apakah uang yang sudah disiapkan Nusron juga berasal dari penerimaan suap atau tidak. Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) menduga uang Bowo berasal dari penerimaan suap.

“Beda-beda sumber. Sumber Pak Nusron, dia ada sumber sendiri, dan Pak Bowo punya sumber sendiri,” kata Saut, usai mendampingi Bowo menjalani pemeriksaan KPK, di Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Sebelumnya, Saut membenarkan, kliennya menyiapkan 400 ribu amplop berisi uang untuk serangan fajar, karena diperintahkan oleh Politikus Golkar, Nusron Wahid. Sebab, keduanya kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari daerah Jawa Tengah II.

Baca Juga :   Pendaftaran CPNS 2019 Mulai Dibuka 11 November

“Iya, iya, bahkan katanya 600 ribu (amplop) yang siapkan itu Nusron Wahd. Pak Wahid 600 ribu, Pak Bowo 400 ribu amplop,” kata Saut, usai temani Bowa jalani pemeriksaan di kantor KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 9 April 2019.

Lebih jauh, Saut juga membenarkan bahwa terdapat cap jempol di tiap amplop yang disiapkan Bowo. Namun, ia menepis itu tanda berkaitan juga dengan Pilpres.

“Cap jempol memang dibuat, karena supaya tahu bahwa amplop ini sampai atau enggak nanti. Sebagai tanda saja,” kata Saut.

Saut berdalih, cap jempol cuma sebagai penanda supaya uang-uang dalam amplop itu sampai ke tangan Nusron, kemudian untuk dibawa ke Jawa Tengah. Sebab, ungkap Saut, kliennya memiliki pengalaman yang uangnya tidak sampai ke Nusron Wahid.

Baca Juga :   Muhamad Ludfy: Rakyat NTT Ingin Melihat Kembali Cita-cita Pak Harto Terwujud

“Jadi begini, mereka punya pengalaman bahwa amplop itu tak disampaikan kepada yang bersangkutan (Nusron). Nah, untuk menghindari itu dibuat tanda cap jempol,” kata Saut.

Terpisah, Poltikus Partai Golkar, Nusron Wahid, membantah telah memerintahkan anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso untuk siapkan 400 ribu amplop untuk serangan fajar.

“Tidak benar,” kata Nusron saat dikonfirmasi, Selasa (9/4/2019) malam. (viva.co.id)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Satu Saksi Terkait Suap dan Gratifikasi Perkara di MA

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (21/2/2020), memanggil seorang saksi untuk tersangka Direktur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.