Home / Headline / Pengadaan Pompa di PUCK Lahat Diduga Dikorupsi

Pengadaan Pompa di PUCK Lahat Diduga Dikorupsi

Pompa PDAM Tirta Lematang yang diduga barang rakitan proyek pengadaan di dinas PU CK Kabupaten Lahat tahun 2014--
Lahat, SN

Pengadaan pompa di Dinas PU Cipta Karya (CK) Kabupaten Lahat tahun 2014 diduga dimanipulasi atau diduga dikorupsi. Kuat dugaan pompa yang ada saat ini bukan yang asli. Mesin pompa yang asli menurut RAB, semestinya berspesifikasi centrifugal berkapasitas 100 lt/dtk, head 100 meter, motor 3 F, 380 V, 50 Hz termasuk kabel, panel dan kelengkapan lainnya. Kasus ini tengah ditangani Polres Lahat.

Untuk mengetahui kasus ini, Suara Nusantara mencoba konfirmasi ke Kepala Dinas PU Cipta Karya Lahat melalui Kgs Usman, Tim Survey Dinas PU CK. Ia menerangkan mesin yang ada saat ini bermerek
Grundfos. Ia menyatakan, pihaknya telah menyerahkan semua data lengkap dan spesifikasi itu ke pihak kepolisian.

“Untuk semua spesifikasinya semua sudah kami sampaikan ke kepolisian dan besok (hari ini) saya akan kembali memenuhi panggilan pihak Polres lahat,” ujar Usman ditemui di ruang kerjanya.

Usman menyesalkan, mengapa proyek ini harus dijadikan masalah, padahal saat ini pompa itu berjalan normal dan dapat dioperasikan.

Terkait hal tersebut, menurut informasi dari narasumber yang minta namanya tidak disebutkan menyampaikan, proyek pompa tersebut diserahkan pada bulan Desember tahun 2014, sementara pada bulan Januari 2015 pihak PDAM komplain ke distributor pompa  Grundfos itu. Hal ini dilakukan karena pihak PDAM biasa berhubungan dengan pihak itu dan kalau ada komplain mereka segera menghubungi distributor tersebut.

Sayangnya saat kerusakan itu terjadi, pihak Grundfos enggan memebenahinya, karena pompa yang ada saat ini tidak memiliki tiga sertifikat dan tidak memesan ke Daeler Pompa Grundfos.

Di sisi lain, keaslian pompa  Grundfos  motor penggeraknya biasanya memakai merek Simen, Teko ataupun EG, sementara pompa yang ada saat ini diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi tersebut.

“Pompa yang ada saat ini kuat dugaan barang rakitan yang dibeli di glodok dengan harga Rp 100 juta,” kata narsumber koran ini.

Baca Juga :   Pengamanan Saat Asian Games, Abujapi Sumsel Siapkan Satu Satpam Kawal Satu Atlet

Informasi lainnya menyebutkan, modus pembelian pompa rakitan ini dilakukan pada saat pengadaan pompa itu. Sementara biasanya yang membeli pompa rakitan dilakukan pihak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Namun untuk pengadaan bagi pemerintah, pompa itu harus memiliki tiga sertifikat.

Suara Nusantara mencoba mengubungi Dealer Grundfos. Pihak Dealer Pompa  Grundfos  wilayah Sumatera Selatan di Palembang, Hery menyatakan pompa yang asli akan memiliki beberapa sertifikat.

“Kalau pompa  Grundfos asli maka akan ada beberapa sertifikat, selain itu motornya juga khusus,” kata Hery dihubungi lewat telepon selularnya, Selasa kemarin (4/8).

Menurut dia, pompa asli  Grundfos  itu memiliki sertifikat komplain,  sertifikat original, dan sertifikat garansi. “Jadi apabila memang terjadi kerusakan atau komplain maupun kerusakan lainnya, maka pihaknya akan melakukan perbaikan dan siap melayani semua yang terkait dengan pompa tersebut,” ujar Herry.

Hery mengkui kalau satu-satunya dealer Pompa  Grundfos  hanya ada satu di Sumsel tepatnya di Palembang, sementara dirinya mengaku tidak pernah menerima pesanan pompa tersebut dari Pemkab Lahat di tahun 2014. “Tahun 2014 tidak pernah ada pemesanan pompa  Grundfos  dari Pemkab Lahat,” pungkas Hery.

Sementara itu Kapolres Lahat AKBP Wira Satya Triputra MSI dihubungi via ponselnya belum bisa memberikan keterangan, karena masih bertugs di luar kota. “Maaf saya masih di luar kota besok saja (hari ini) ya data lengkapnya,” ujar Kapolres singkat.

Investigasi wartawan  SN di lapangan seminggu terakhir, menemukan  dugaan penyimpangan pengadaan pompa di tahun 2014, sehingga ribuan pelanggan PDAM pun menjadi korban dari pengadaan tersebut, betapa tidak dari Rencana Anggaran Biaya harga pembelian pompa yang seharusnya Rp 860.000.000, diduga kuat hanya dibelanjakan pompa rakitan dari salah satu pasar yang cukup terkenal di Kota Jakarta dengan harga kisaran hanya Rp 100 juta saja.

Baca Juga :   Kurang Prasarana, Ratusan Siswa SMP di Palembang Terpaksa Menumpang UNBK di Sekolah Lain

“Di RAB Tahun 2014 jelas tertulis 1 unit pengadaan dan pemasangan pompa centrifugal kapasitas 100 lt/dtk, head 100 meter, Motor 3 F, 380 V, 50 Hz termasuk kabel, panel dan kelengkapan lainnya dengan nilai harga Rp. 860.000.000. Sayangnya yang terpasang saat ini diduga kuat tidak sesuai spesifikasinya, anggaran yang dibelanjakan diperkirakan hanya Rp. 100 juta saja,” kata narasumber koran ini yang minta namanya dirahasiakan, Kamis lalu (30/7).

Berbekal sedikit informasi itu wartawan mengkonfirmasi  kasus ini yang katanya sudah ditangani pihak Unit Tipikor Polres Lahat, hasilnya Kapolres Lahat AKBP Wira Satya Triputra, melalui Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Lahat Ipda Nurhanas ditemui di Polres Lahat, Kamis, (30/7) membenarkan kalau saat ini pihaknya tengah menyelidiki dugaan penyimpangan pengadaan pompa tersebut. Tak tanggung-tanggung sudah 6 pegawai PU Cipta Karya diperiksa sampai berita ini dikonfirmasikan.

“Saat ini dugaan penyimpangan ini masih lidik, dan kita sudah memanggil 6 orang pegawai yang diduga terlibat masalah itu,” papar Ipda Nurhanas ditemui di Polres Lahat.

Terkait hal ini Kepala Dinas PU CK Ir Lodik Sitompul melalui KGS Usman  dikonfirmasi terkait  hal ini dirinya mengakui pihaknya saat ini diperiksa unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Lahat.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Lematang Efendi Kromo dikonfirmasi terkait pompa itu menyampaikan, dirinya menyampaikan tidak tahu menahu dengan hal itu apalagi, dirinya baru menjabat sebagai direktur PDAM itu.

“Kami saat ini hanya berusaha keras mewujudkan harapan supaya semua konsumen teraliri dengan lancar air dari PDAM,” kata dia ditemui di ruang kerjanya. (fiz/oby)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

JPU Tolak Pembelaan Terdakwa Ahmat Thoha di Sidang Dugaan Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang

Palembang, KoranSN Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang, Senin (11/11/2019) menolak pledoi atau pembelaan terdakwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.