Pengamat: Petahana Dikritik Oposisi Adalah Hal Wajar

DR Febrian. (foto-dok/ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pengamat Hukum dan Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Febrian, Rabu (3/1/2018) mengatakan, dalam teori pemerintahan siapapun yang menjadi incumbent (Petahana) adalah orang yang berkuasa pada pemerintahan, lalu siapapun yang ingin menduduki kekuasaan itu, maka itulah yang disebut kelompok oposisi. Jadi, petahana akan gampang sekali menjadi target kritik dari kelompok oposisi berjumlah banyak.

Menurt Febrian, meskipun kaum atau kelompok petahana sedikit dan membawa program yang banyak, akan mudah sekali menjadi target kritikan. Meskipun telah menjalankan program sebaik mungkin. Namun, semua hal tersebut adalah hal yang wajar dalam setiap menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Kritik itu wajar, karena itulah bagian dari politik praktek. Karena memang itu target dari kritik terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan incumbent,” ungkap Febrian.

“Apapun itu bentuknya, mau itu walikota, bupati, gubernur atau presiden sekalipun akan jadi sasaran empuk kelompok oposisi yang ingin memposisikan sebagai kelompok yang memiliki program yang berbeda, walaupun nanti dalam praktiknya bisa saja sama. Namun, semua hal tersebut masih dalam tahap wajar,” tambahnya.

Baca Juga :   Golkar Sebut Wabup Supriono Cabup 2018

Untuk itu, lanjut Febrian, masyarakat harus dapat memilah mana yang memiliki program dan mana yang hanya menjatuhkan. Harus diketahui sosok pemimpin yang benar-benar peduli dan tidak hanya bicara dalam bertindak.

“Masyarakat harus cerdas menilai dan incumbent juga harus diukur kinerja serta diberikan penilaian. Jika memang sudah baik, terukur dan terbukti apapun itu pasti bisa dibantah. Karena masyarakat juga sekarang sudah jelih, mana yang betul-betul kerja dan mana yang benar-benar menjalankan program kerjanya atau cuma mencari kekuasaan saja. Semua itu dapat dilihat sendiri oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini program kerja yang dilaksanakan petahana sudah sangat bagus. Melalui program gotong-royong dan Shubuh Berjamaah, membuktikan jika pemimpin tersebut memiliki kepedulian dalam setiap aspek.

Dimana, Subuh Berjamaah mampu menjadi program dasar untuk menciptakan kota aman, nyaman serta bertanggungjawab.

Selanjutnya, program gotong-royong juga sukses merubah pola pikir masyarakat. Apalagi, melalui program ini Pemkot Palembang mampu menghemat anggaran dan mengalihkannya ke sektor pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga :   Provinsi Sumsel Segera Miliki Double - Decker Hydrogen Bus Mirip di London

“Saya lihat kedua program ini sudah mampu mencover seluruh program pemerintahan yang sebenarnya. Tentu itu diiringi dengan pembangunan serta penyediaan fasilitas pendukung,” imbuhnya.

Lebih jauh dikatakannya, Kota Palembang semakin baik dalam penyediaan fasilitas pendukung untuk menyambut Asian Games 2018. Dimana, tidak saedikit campur tangan dari pemerintahan sekarang.

Febrian berharap agar Pilkada Palembang dapat berjalan dengan lancar, dan pihak tertentu dapat mengetahui batasan-batasan terkait calon kepala daerah yang didukung.

“Untuk calon incumbent atau petahana yang akan kembali maju pada Pilkada dapat menyikapi hal itu secara bijak. Karena itu konsekuensi orang yang duduk dalam kekuasaan pemerintahan, sebab akan mendapat kritikan tajam,” tandasnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Penyebaran Data dan Informasi yang Transparan, Gubernur HD Launching Aplikasi SIMATA

Palembang, KoranSN Transformasi informasi memang sangat dibutuhkan di era digital saat ini. Hal itu yang …