Home / Politik dan Pemerintahan / Pengamat: Sumsel Butuh Pemimpin Muda yang Kreatif

Pengamat: Sumsel Butuh Pemimpin Muda yang Kreatif

Andreas Leonardo.

Palembang, KoranSN

Menjelang pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel tahun 2018 mendatang, sejumlah kandidat mulai mensosialisasikan diri, tak terkecuali kandidat berusia muda. Yang teranyar munculnya nama Walikota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah.

Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Andreas Leonardo menilai, kemunculan calon pemimpin berusia muda di sejumlah pilkada di Indonesia, termasuk di Pilgub Sumsel merupakan hal positif untuk perkembangan daerah.

Bahkan, menurutnya, saat ini Sumsel membutuhkan pemimpin muda, mengingat tantangan global di zaman milenium ini membutuhkan pemimpin yang memiliki kreativitas, stamina dan sumber daya untuk menggerakkan birokrasi dan melayani masyarakat.

“Pemimpin muda adalah agen perubahan, saya pikir Provinsi Sumsel yang sudah sangat maju membutuhkan tokoh-tokoh muda untuk menciptakan inovasi-inovasi, salah satunya dalam membuat kebijakan publik,” ujar Andreas, ditemui Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, faktor usia bukan menjadi kendala untuk mencalonkan diri. Terpenting, mereka memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai bakal calon kepala daerah.

“Siapapun bisa memimpin demokrasi asal dia paham tugas pokok dan fungsinya. Jadi gubernur dan kepala daerah itu bukan pekerjaan gampang, bagaimana mengatur birokrasi, melakukan reformasi birokrasi, memberikan pelayaan publik kepada masyarakat, sehingga tujuan dari pemeritah daerah itu tercapai. Intinya, siapapun dia termasuk tokoh-tokoh muda saya pikir punya peluang untuk meminpin asal mempunyai kompetensi, dalam konteks ini memiliki kapabilitas yang baik untuk bekerja,” ungkap Andreas.

Menanggapi kemunculan Walikota Pangkalpinang M. Irwansyah yang masih berusia 34 tahun, Andreas menilai sosok Irwansyah memiliki potensi untuk maju pada Pilgub Sumsel tahun 2018 mendatang. Hanya saja, ia mengingatkan para calon pemimpin muda harus memiliki pengalaman kerja, baik di birokrasi maupun organisasi lainnya dengan didukung popularitas dan elektabilitas yang baik.

“Ada tiga yang harus diperhatikan para calon pemimpin muda. Pertama tokoh-tokoh itu harus memiliki pengalaman kerja, baik di birokrasi maupun organisasi lainnya, kemudian untuk memenangkan pilkada butuh popularitas, kita bisa bekerja tapi tidak populer itu akan sia-sia. Ketiga, aspek elektabilitas, yakni bagaimana masyarakat untuk memilihnya, ini perlu strategi khusus dikaitkan dengan kondisi masyarakat,” beber Andreas.

Bagindo Togar.

Sementara Pemerhati Politik yang juga Ketua Ikatan Keluarga (IKA) FISIP Unsri, Bagindo Togar Butar-Butar menilai, sosok Walikota Pangkalpinang M.Irwansyah dapat menjadi calon pemimpin alternatif yang dibutuhkan Sumsel saat ini.

Dikatakannya, dengan pencapaian yang diperoleh M. Irwansyah selama memimpin Kota Pangkalpinang menunjukkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam memimpin daerah. “Penghargaan-penghargaan yang didapat Walikota Pangkalpinang tentunya diperoleh dari lembaga yang kredibel. Mudah-mudahan dengan pencapaian ini, dia bisa sukses memimpin Kota Pangkalpinang, dan bisa ditindak lanjuti jika dia mampu memimpin di level pemerintah daerah lainnya,” kata Bagindo.

Ia menilai, Sumsel butuh pemimpin alternatif, pemimpin cerdas, muda, dan kreatif, serta mampu menyelesaikan permasalahan secara terukur. dan memiliki track record yang baik.

“Dari sosok M. Irwansyah, saya tidak melihat ada aspek politik dinasti di diri beliau. Saya coba cari bagaimana ia memimpin Pangkalpinang, dan saya melihat kepemimpinan beliau tergolong cukup baik, dan berprestasi dalam membangun infrastruktur, pelayanan publik, fasilitas umum, di sektor kesehatan dan lainnya,” ucapnya.

Publisher : Anton Wijaya

Anton Wijaya

Lihat Juga

Survei Populi Centre: Herman Deru Tetap Ungguli Dodi Reza dan Ishak Mekki

Jakarta, KoranSN Arah suara pemilih jelang kontestasi Pilkada Sumsel 2018 mendatang mulai terpetakan. Dalam survei ...

error: Content is protected !!